<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319</id><updated>2011-04-21T18:45:07.177-05:00</updated><category term='Ibrahim a.s dan Ismail a.s'/><category term='habiburrahman el-shirazi'/><category term='wanita muslimah'/><category term='tata cara I&apos;tikaf'/><category term='Singkong'/><category term='Ibu dan anak'/><category term='Inspirasi'/><category term='Masakan Indonesia'/><category term='kedudukan wanita dalam Islam'/><category term='Resep singkong'/><category term='Al Quran'/><category term='emansipasi wanita'/><category term='Cinta'/><category term='Islam hate war'/><category term='novel ayat-ayat cinta'/><category term='cara berpuasa Rasulullah SAW'/><category term='Food Corner'/><category term='psikologi anak'/><category term='Islam is my way'/><category term='Marhaban ramadhan'/><category term='I&apos;tikaf'/><category term='next generation'/><category term='Generasi Shaleh'/><category term='sunnah I&apos;tikaf'/><category term='puasa untuk Ridho Allah'/><category term='mengukur kecerdasan lewat jari'/><category term='Perlukah formalisasi agama?'/><category term='Islam is peacefulness'/><category term='Islam'/><category term='dampak nonton TV'/><category term='My Islam'/><category term='motivasi untu wanita'/><category term='Saleh'/><category term='ridho Allah'/><category term='kecerdasan dan jari tangan'/><category term='Islam againts radicalism'/><category term='Akhlak'/><category term='diskriminasi kaum wanita'/><category term='syukur'/><category term='Aisyah R.a'/><category term='aisha'/><category term='aku dan menjahit'/><category term='singkong kukus'/><category term='Ayat-ayat cinta'/><category term='fahri'/><category term='praktek puasa Rasulullah SAW'/><category term='Indonesia Bukan Negeri kafir'/><category term='puasa ramadhan'/><category term='Doa'/><category term='Ramadhan bulan suci'/><category term='Tempe'/><category term='anak shaleh'/><category term='Islam and peace'/><category term='Asli Indonesia'/><category term='anak dan televisi'/><category term='Nice boy'/><category term='derajat kaum wanita'/><category term='mencari ridho-Nya'/><category term='Kroket'/><title type='text'>Aisyah Blog</title><subtitle type='html'>Kedua tanganku hanya bisa menengadah, memohon ampunan-Mu..Ya Rabbi Fasma' Du'ai</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-94610749325518043</id><published>2008-12-09T08:53:00.005-06:00</published><updated>2008-12-09T09:08:47.410-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecerdasan dan jari tangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengukur kecerdasan lewat jari'/><title type='text'>Jari Tangan dan Tingkat Kecerdasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/ST6IzhoeY6I/AAAAAAAAAFY/R9kAgN2eIL0/s1600-h/hands_20080721.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 294px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/ST6IzhoeY6I/AAAAAAAAAFY/R9kAgN2eIL0/s320/hands_20080721.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277806232107639714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Mengukur Kecerdasan Berdasarkan Jari Tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;http://arsip.info/sains/riset/praktis/mengukur/kecerdasan/dari/ukuran/jari/tangan/07_05_21_010630.html&lt;br /&gt;Sains - Untuk menilai cepat kecerdasan seseorang, lihatlah perbandingan panjang jari manis dan jari telunjuknya. Penelitian terbaru menyebutkan, seorang anak yang memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk cenderung memiliki kemampuan matematika yang lebih tinggi daripada kemampuan verbal dan bahasa.&lt;br /&gt;Mengukur Kecerdasan Berdasarkan Jari Tangan&lt;br /&gt;Jika perbandingannya sebaliknya, anak umumnya memiliki kemampuan verbal seperti menulis dan membaca yang lebih baik dibandingkan matematika.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mark Brosnan dari Universitas Bath, panjang jari-jari tangan seseorang merefleksikan perkembangan bagian - bagian di otak. Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa pertumbuhan jari-jari tangan manusia berbeda-beda tergantung kadar hormon testosteron dan estrogen di dalam rahim saat bayi dikandung ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar testosteron yang tinggi diyakini mendukung perkembangan bagian otak yang berhubungan dengan kemampuan matematika dan pandang ruang. Hormon itu pula yang menyebabkan jari manis tumbuh lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estrogen juga mendorong efek yang sama pada bagian otak namun yang berhubungan dengan kemampuan verbal. Namun, hormon ini juga mendukung pertumbuhan jari telunjuk sehingga lebih panjang daripada jari manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguji hubungan kecerdasan dengan rasio panjang jari tangan, Brosnan dan koleganya membandingkan hasil tes scholastik (SAT), semacam psikotes di sini, kepada calon siswa yang mendaftar sekolah dengan panjang cap jari setiap siswa yang telah diminta sebelumnya. Mereka mengukur panjang jari-jari secara teliti menggunakan jangka sorong yang memiliki tingkat ketelitian 0,01 milimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, rasio panjang jari dipakai untuk memperkirakan perbandingan kadar testosteron dan estrogen. Hasil tes siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menemukan hubungan yang jelas antara tingginya paparan testosteron - terlihat dari panjang jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk - dengan nilai uji matematika yang tinggi. Juga tingginya paparan estrogen dengan kemampuan bahasa dan verbal pada sebagian besar anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasio panjang jari memberitahu kita gambaran mengenai kemampuan pribadi yang berhubungan dengan kognitif (daya pikir)," ujar Brosnan yang akan melaporkan temuannya dalam British Journal of Psychology. Pada penelitian selanjuntya, ia akan mempelajari hubungan antara rasio panjang jari dengan perilaku seperti teknophobi, karir, dan disleksia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas - URL Sumber: klik di sini&lt;br /&gt;URL Arsip: http://arsip.info/07_05_21_010630.html&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-94610749325518043?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/94610749325518043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=94610749325518043' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/94610749325518043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/94610749325518043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/12/jari-tangan-dan-tingkat-kecerdasan.html' title='Jari Tangan dan Tingkat Kecerdasan'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/ST6IzhoeY6I/AAAAAAAAAFY/R9kAgN2eIL0/s72-c/hands_20080721.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-5098820028244240532</id><published>2008-09-26T04:03:00.002-05:00</published><updated>2008-09-26T04:09:36.215-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ridho Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mencari ridho-Nya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa untuk Ridho Allah'/><title type='text'>Puasa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Puasa Mengharap Ridha Allah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (al-Baqarah [2]:183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini Allah Taala dengan jelas menyebutkan bahwa tujuan dari ibadah puasa yang dilakukan adalah untuk mencapai ketakwaan. Artinya sebagai hasil yang diharapkan dari puasa tersebut, harus tercipta satu bentuk kemajuan demi kemajuan dalam hal kedekatan hubungan dengan Allah Taala. Sehingga YM Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Dan beliau  juga bersabda : Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Rasulullah saw menasehatkan, niatkanlah puasa kalian hanya untuk mengharapkan keridhaan Allah Taala. Jangan pernah meniatkan puasa untuk maksud-maksud yang lain. Sehingga dalam sebuah hadits yang lain ada sebuah riwayat, dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Allah berfirman : Semua amal shaleh anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kalinya, bahkan sampai 700 kalinya, kecuali puasa, sebab puasa adalah milik-Ku dan hanya Aku lah yang akan membalasnya, hal ini dikarenakan seseorang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku. Orang yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan, yakni kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika menghadap Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang sedang berpuasa itu dalam pandangan Allah lebih harum dari minyak kesturi. Puasa adalah perisai. Jika seseorang sedang puasa, janganlah ia berbuat atau berkata yang tidak senonoh. Jika ada seseorang yang memakinya, hendaklah ia mengatakan : Maaf aku sedang puasa. (HR Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;Dari hadits-hadits ini dapat dipahami bahwa puasa melatih kita untuk melakukan apapun hanya dengan satu tujuan untuk mendapatkan ridha Allah Ta’ala yaitu untuk mencari kesenangan Allah Ta’ala. Ibadah apapun yang kita lakukan tidak akan mendapat berkat apapun kalau tidak diniatkan untuk mencari mardhotillah. Allah Taala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (al-Baqarah [2]:207)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (al-Baqarah [2]:208)&lt;br /&gt;Kedua ayat ini menjelaskan bahwa, orang-orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah Taala adalah orang-orang yang mampu mempersembahkan ketundukan, kepatuhan, keitaatan dan penyerahan diri  yang sempurna kepada Allah Taala dan Rasul-Nya. Apabila ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah Taala dan Rasul-Nya tidak diupayakan dengan maksimal, maka ridha Allah Taala pun akan semakin menjauh.&lt;br /&gt;Di dalam Tafsir Kabir dalam kaitannya dengan ayat ini, Hdh. Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra menjelaskan: Perhatian mereka adalah hanya untuk mencari kesenangan Tuhan. Mereka telah menyerahkan seluruh jiwanya untuk tujuan itu. Mereka menggunakan berbagai hal di dunia ini bukan karena benda-benda duniawi ini menyenangkan mereka. Akan tetapi karena Hukum Tuhan yang telah membuatnya sebagai sarana pendukung kehidupan sehingga mereka mendapatkan kemudahan di dalam pilihannya untuk mengabdi kepada Tuhan. Dimana mereka meyakini mendapatkan segala sesuatu dari dunia ini tidak atas usahanya sendiri melainkan semuanya berasal dari Tuhan. Untuk berbagai pengabdian kepada-Nya, Tuhan tentu saja yang paling memiliki rasa belas kasih  yang lebih besar kepada mereka, dan rasa belas kasih Tuhan kepada mereka memiliki kelembutan seperti adonan kue dengan ragi yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa adalah ibadah yang sangat private, hanya kita dan Allah Taala sendiri yang tahu. Apa niat kita berpuasa, sejauh mana puasa itu membawa perubahan kepada kondisi spiritual dan kerohanian kita, tidak ada yang tahu melainkan diri kita sendiri dan Allah Taala. Oleh karena itu puasa melatih kejujuran kita. Kalau Allah Taala berfirman puasa itu untuk Aku, maka niat kita haruslah semata-mata untuk mencari kesenangan Allah Taala. Misalnya : Ketika berpuasa dia minum secara diam-diam, tidak ada orang lain yang tahu akan tetapi dia sudah membohongi Tuhan. Bukan orang lain yang dia bohongi akan tetapi Tuhan, karena puasa itu tidak ditujukan kepada siapapun melainkan untuk Tuhan. Jadi mencari ridha Allah artinya bukan mencari kesenangan orang tua, saudara, pimpinan, dll akan tetapi selalu memikirkan tindakan dan amalnya harus menyenangkan Tuhan. Dalam hal-hal lain pun hendaknya demikian. Misalkan tentang menaati Amir (pimpinan), dia taat kepada Amir bukan untuk menyenangkan hati Amir tersebut akan tetapi hanya untuk mengharap kesenangan Allah Taala. Kalau kita bekerja dalam pengkhidmatan terhadap agama, hanya mendasarkan semuanya untuk mencari ridha Allah Taala semata, maka Insya Allah sesuai dengan janji-Nya, wa lâ khoufun ‘alaihim wa lâ hum yahzanûn (tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka akan bersedih hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kisah yang indah telah dicontohkan oleh seorang Rabia’ah Al-Adawiyyah. Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah tergolong wanita sufi yang terkenal dalam sejarah Islam. Dia dilahirkan sekitar awal kurun kedua Hijrah berdekatan dengan kota Basrah di Iraq. Dia lahir dalam sebuah keluarga yang miskin dari segi kebendaan namun kaya dengan peribadatan kepada Allah. Ayahnya hanya bekerja mengangkut penumpang menyeberangi sungai Dijlah dengan menggunakan sampan. Hidupnya sudah dipersembahkan untuk mengkhidmati Tuhan. Semua yang dilakukannya hanya untuk mengharap ridha Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali karena terkenal dengan kemakbulan doa-doanya banyak orang yang datang untuk memohon doa kepadanya. Sampai pada suatu waktu ada seorang yang sakit datang minta didoakan supaya segera sembuh dari sakitnya. Dan beberapa waktu kemudian dia datang kembali dalam keadaan telah sembuh dari sakitnya. Setelah mengucapkan terima kasih, dia bertanya : Wahai Rabiah, engkau adalah seorang hamba yang dekat degan Tuhan, sehingga doa-doamu selalu diijabah oleh-Nya. Akan tetapi saya heran, mengapa engkau sendiri dalam keadaan sakit-sakitan yang memprihatinkan sedangkan engkau dan doa-doamu telah banyak membawa kesembuhan bagi orang lain. Apakah doamu untuk dirimu sendiri tidak didengar oleh Tuhan? Lalu Rabiah menjawab : Aku tidak pernah berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkan sakitku, karena aku takut kondisi seperti inilah yang memang Tuhan kehendaki dariku. Kalau aku berdoa untuk kesembuhanku berarti aku tidak mencari keridhoan Tuhan. Biarlah aku dalam kondisi seperti ini, asalkan Tuhan ridho terhadapku .Demikianlah sebuah teladan bagi kita tentang mencari ridha Allah Taala karena masalah ini adalah masalah yang sangat latif (halus). Bagi seorang Rabiah Al-Adawiyyah, berdoa untuk memohon kesembuhan untuk dirinyapun takut dipanjatkannya, karena takut bertentangan dengan keridhaan Tuhan. Maksudnya kalau Tuhan akan memberikan kesembuhan, biarlah Dia berikan kesembuhan kapan pun Dia mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Rabiah pun biasa mendoa kepada Tuhannya : “Ya Allah jika aku menyembah-Mu karena takut terhadap api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu karena tamak kepada surga-Mu maka haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku menyembah-Mu kerana kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku kesempatan untuk melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”&lt;br /&gt;Dan doanya lagi : “Wahai Tuhanku! Malam yang akan pergi dan siang pula akan mengganti. Wahai malangnya diri! Apakah Engkau akan menerima malamku ini supaya aku merasa bahagia ataupun Engkau akan menolaknya maka aku diberikan perjumpaan? Demi kemuliaan-Mu, jadikanlah caraku ini kekal selama Engkau menghidupkan aku dan bantulah aku di atasnya. Demi kemuliaan-Mu, jika Engkau menghalauku daripada pintu-Mu itu, niscaya aku akan tetap tidak bergerak juga dari situ disebabkan hatiku sangat cinta kepada-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Idris-Ramadhan 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-5098820028244240532?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/5098820028244240532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=5098820028244240532' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/5098820028244240532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/5098820028244240532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/09/puasa-ramadhan_26.html' title='Puasa Ramadhan'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-4884342718799999867</id><published>2008-09-19T22:09:00.002-05:00</published><updated>2008-09-24T22:27:25.335-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah I&apos;tikaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tata cara I&apos;tikaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='I&apos;tikaf'/><title type='text'>Info Islam</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;(&lt;strong&gt;Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan Mau I'tikaf?Mau tahu Caranya Kan?Baca ya..&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petunjuk Pelaksanaan I’tikaf&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesuai dengan sunnah YM Rasulullah saw, I’tikaf biasanya beliau lakukan di dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan bunyi matan beberapa riwayat hadits berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;1. 'Aisyah Radliyallaahu 'anha berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bila   memasuki sepuluh hari -- yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan-- mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. HR Bukhari-Muslim. (Kitab Hadits Bulughul Maram)&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anha bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya. HR Bukhari-Muslim. (Kitab hadits Bulughul Maram)&lt;br /&gt;3. Abdullah bin Umar r.a. berkata, "Rasulullah biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan."(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aisyah r.a. istri Nabi mengatakan bahwa Nabi saw. selalu beri'tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan sehingga Allah mewafatkan beliau. Setelah itu para istri beliau beri'tikaf sepeninggal beliau.(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan YM Rasulullah saw selalu melaksanakan I’tikaf di dalam masjid. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu campuri mereka itu (istri-istrimu), sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.(al-Baqarah [2]:187)&lt;br /&gt;Para mu’takif yang melaksanakan I’tikaf di masjid dapat menggunakan tenda-tenda dari kain untuk dijadikan ruang pelaksanaan I’tikafnya sehingga tidak saling mengganggu peserta I’tikaf yang lainnya. Hal ini juga sesuai dengan bunyi terjemah matan hadits berikut ini :&lt;br /&gt;Aisyah r.a. berkata, Nabi beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari bulan Ramadhan. Maka, saya buatkan untuk beliau sebuah tenda. Setelah shalat subuh, beliau masuk ke dalam tenda itu. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;Sehingga sesuai dengan arti dari I’tikaf yaitu berhenti atau berdiam diri, maka para mu’takif yang sedang melaksanakan I’tikaf hendaknya menghentikan diri dari semua aktifitas duniawi selama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, dan memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dengan memperbanyak tadarus serta tadabbur al-Quran, berdzikir Ilahi, sholat-sholat sunnah maupun nafal, dan kegiatan ibadah lainnya yang bertujuan untuk menambah kedekatan hubungan dengan Allah Ta’ala. Hal ini sesuai dengan hadits berikut ini :&lt;br /&gt;Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Adalah Rasulullah saw., beliau bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, tidak seperti pada hari lainnya. (Shahih Muslim No.2009)&lt;br /&gt;Para mu’takif juga tidak diperkenankan mengerjakan hal-hal yang sia-sia selama pelaksanaan I’tikaf, misalnya : banyak bicara dan berbincang-bincang dengan peserta yang lain, bersenda gurau atupun bercanda, berbuat gaduh, dll. Sesuai dengan keterangan hadits berikut ini, maka para mu’takif harus benar-benar memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan banyak melakukan muhasabah diri. Di dalam sebuah hadits diriwayatkan :&lt;br /&gt;'Aisyah Radliyallaahu 'anha berkata: Disunahkan bagi orang yang beri'tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan (istri) dan tidak juga menciumnya, tidak keluar masjid untuk suatu keperluan kecuali keperluan yang sangat mendesak, tidak boleh i'tikaf kecuali dengan puasa, dan tidak boleh i'tikaf kecuali di masjid jami'. Riwayat Abu Dawud. Menurut pendapat yang kuat hadits ini mauquf akhirnya. (Kitab Hadits Bulughul Maram)&lt;br /&gt;Bahkan di dalam hadits tersebut disunahkan ketika dalam pelaksanakan I’tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, melawat jenazah, dll walaupun bunyi matan hadits tersebut juga bukan artinya melarang untuk melakukan hal-hal tersebut. Hanya kalau memang tidak benar-benar bersifat darurat dan sangat mendesak maka diusahakan agar para mu’takif tetap berkonsentrasi dalam pelaksanaan I’tikafnya di masjid.&lt;br /&gt;Hal penting lainnya yang harus dipahami oleh para peserta I’tikaf adalah, karena dalam pelaksanaan I’tikaf ini dilakukan bersama-sama dengan para mu’takif yang lain, maka masing-masing peserta harus dapat saling menjaga ketenangan dalam pelaksanaan ibadahnya. Dalam pelaksanaan ibadah pun tidak boleh sampai mengganggu peserta I’tikaf yang lain, misalnya : tilawat al-Quran dengan suara yang sangat nyaring, dll. Hal ini akan berpotensi mengganggu ketenangan dan kekhusyukan pelaksanaan ibadah dari para peserta I’tikaf yang lain.&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala meridhoi dan memberkati pelaksanaan I’tikaf di bulan Ramadhan 1429 H ini dengan keberkatan dan karunia yang berlimpah. Amiin&lt;br /&gt;Panitia I’tikaf Masjid Al-Hidayah-Ramadhan 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-4884342718799999867?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/4884342718799999867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=4884342718799999867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/4884342718799999867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/4884342718799999867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/09/info-islam.html' title='Info Islam'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-7822194163093927834</id><published>2008-09-01T01:22:00.004-05:00</published><updated>2008-09-01T01:27:44.166-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marhaban ramadhan'/><title type='text'>Marhaban Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/SLuK2qlLpnI/AAAAAAAAAD4/R1ePffZTxuw/s1600-h/ramadhan2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/SLuK2qlLpnI/AAAAAAAAAD4/R1ePffZTxuw/s320/ramadhan2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240935263123514994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1429 H&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Marhaban Ya Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-7822194163093927834?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/7822194163093927834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=7822194163093927834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/7822194163093927834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/7822194163093927834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/09/marhaban-ramadhan.html' title='Marhaban Ramadhan'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/SLuK2qlLpnI/AAAAAAAAAD4/R1ePffZTxuw/s72-c/ramadhan2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-7633129886748946482</id><published>2008-09-01T01:04:00.004-05:00</published><updated>2008-09-01T01:14:22.453-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='praktek puasa Rasulullah SAW'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan bulan suci'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara berpuasa Rasulullah SAW'/><title type='text'>Puasa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/SLuHi_QrpoI/AAAAAAAAADw/YkbpgdFXzmI/s1600-h/ramadhan.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/SLuHi_QrpoI/AAAAAAAAADw/YkbpgdFXzmI/s320/ramadhan.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240931626542409346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Praktek Puasa Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Muh Idris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Allah SWT di dalam al-Quran mewajibkan kepada umat Islam untuk berpuasa ketika memasuki bulan Ramadhan. Perintah ini dalam redaksi kalimatnya ditujukan kepada setiap orang yang beriman. Oleh karena itu maksud dan tujuan utama untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Allah Taala berkenaan dengan puasa di bulan Ramadhan berfirman :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (al-Baqarah [2]:183)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Maulana Muhammad Ali dalam The Holy Quran menjelaskan tafsir ayat ini bahwa puasa adalah perintah Tuhan yang sama universalnya dengan perintah shalat. Akan tetapi Islam memperkenalkan pemahaman yang baru tentang puasa. Sebelum Islam puasa hanyalah dimaksudkan untuk mengurangi makan, minum, dan tidur pada waktu berkabung dan berduka cita. Tetapi Islam menjadikan puasa sebagai sarana untuk meninggikan akhlak dan rohani manusia. Hal ini sesuai dengan firman-Nya la’allakum tattaqûn (supaya kamu memperoleh ketakwaan/menjauhi diri dari kejahatan). Sehingga tujuan dari puasa itu sendiri adalah untuk melatih manusia bagaimana caranya menjauhkan diri dari segala macam keburukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan : Puasa artinya menahan diri dari makan, minum dan berjima disertai niat yang ikhlas karena Allah Yang Maha Mulia dan Agung, karena puasa mengandung manfaat bagi kesucian, kebersihan, dan kecemerlangan diri dari percampuran dengan keburukan dan akhlak yang rendah. Allah menuturkan bahwa sebagaimana Dia mewajibkan puasa kepada umat Islam, Dia pun telah mewajibkan kepada orang-orang sebelumnya yang dapat dijadikan teladan. Maka hendaklah puasa itu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan lebih sempurna daripada yang dilakukan oleh orang terdahulu, sebagaimana Allah berfirman, “…untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan…” (al-Maa’idah [5]:48)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Oleh karena itu, Allah berfirman, “Hari orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Sebab puasa dapat menyucikan badan dan mempersempit gerak setan sebagaimana hal ini dikemukakan dalam shahihain , “wahai para pemuda, barangsiapa diantara kamu sudah mampu memikul beban keluarga, maka kawinlah, dan barangsiapa yang belum mampu maka berpuasalah karena itu merupakan benteng baginya (HR Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pada permulaan Islam, puasa dilakukan tiga hari pada setiap bulan. Kemudian pelaksanaan itu dinasakh oleh puasa pada bulan Ramadhan. Dari Muadz, Ibnu Mas’ud, dan yang lainnya dikatakan bahwa puasa ini senantiasa disyariatkan sejak zaman Nuh hingga Allah manasakh ketentuan itu dengan puasa Ramadhan. Puasa diwajibkan atas mereka dalam waktu yang lama sehingga haram baginya makan, minum dan berjima’, serta perbuatan sejenisnya. Kemudian Allah menjelaskan hukum puasa sebagaimana yang berlaku pada permulaan Islam. (Ibnu Katsir, jld 1/h.286-287)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sehingga untuk dapat memenuhi tujuan dari puasa maka perlu dipahami bagaimana cara Rasulullah SAW berpuasa. Beliau SAW adalah suri teladan terbaik bagi umat Islam, karena syariat Islam diturunkan kepada beliau SAW. Dan beliau lah wujud yang paling mengerti bagaimana harus mengimplementasikan setiap perintah dari Allah SWT. Jadi beliau lah teladan praksis yang sempurna bagi seluruh umat manusia karena beliau diutus oleh Tuhan bukan hanya untuk umat Islam saja melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di dalam banyak hadits-hadits telah disebutkan dengan jelas, bagaimana cara Rasulullah SAW berpuasa.Nasehat dan petunjuk beliau SAW dalam hal puasa ini diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yang pertama adalah niatkan puasa untuk mencari keridhoan Allah SWT. Hal ini terdapat di dalam hadits muttafaqun ‘alaihi yang meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di dalam hadits ini disebutkan agar puasa yang kita lakukan dapat menghasilkan pengampunan atas dosa-dosa yang telah lalu maka syaratnya adalah meniatkan berpuasa hanya semata-mata untuk meraih ridho Tuhan saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yang kedua adalah beliau SAW berpuasa Ramadhan setelah melihat hilal dan mengakhirinya setelah melihat hilal lagi. Hal ini terdapat di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : Berpuasalah kalian jika telah melihat hilal dan sudahilah puasa kalian jika telah melihat hilal lagi. Jika mendung menyelimutu kalian, maka genapkanlah hitungan bulan sya’ban menjadi 30 hari. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yang ketiga adalah beliau SAW membiasakan untuk makan sahur. Sebagaimana telah diriwayatkan oleh Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Bersantap sahurlah kalian, sebab di dalam sahur itu terdapat barakah. (HR Bukhari dan Muslim) Salah satu barakahnya adalah tubuh kita menjadi fit dan bugar dalam menjalankan puasa dan kita terhindar dari lemah, lesu dan loyo ketika menghadapi puasa sehingga aktifitas yang lainnya dapat dikerjakan dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dan beliau SAW juga biasa mengakhirkan sahur, sebagaimana terdapat riwayat dari Anas bin Malik (dan dalam satu riwayat darinya bahwa Zaid bin Tsabit bercerita kepadanya) bahwa Nabiyullah dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Tatkala keduanya telah selesai sahur, Nabi berdiri pergi shalat, maka shalatlah beliau. Aku bertanya kepada Anas : Berapa lama antara keduanya selesai makan sahur dan mulai shalat? Anas berkata: Sekitar (membaca) lima puluh ayat.(HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yang keempat adalah beliau SAW mengupayakan untuk menyegerakan berbuka puasa. Hal ini terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mau menyegerakan berbuka. (HR Bukhari dan Muslim). Di dalam hadits yang lain Rasulullah SAW disebutkan sangat menyukai berbuka dengan makan kurma. Berkaitan dengan hal ini, terdapat riwayat dari Sulaiman Ibnu Amir Al-Dhobby bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Apabila seseorang di antara kamu berbuka, hendaknya ia berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air karena air itu suci. Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yang kelima adalah beliau SAW selalu menyibukkan diri untuk membaca al-Quran. Berkenaan dengan hal ini terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : saat malaikat Jibril menemui beliau. Setiap kali Jibril menemui beliau pada malam Ramadhan, pasti beliau tengah mentadabburi al-Quran.(HR Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, di dalam bulan suci Ramadhan agar diusahakan untuk menamatkan tilawat al-Quran sehingga berkat dari tilawat al-Quran tersebut dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yang keenam adalah beliau SAW memperbanyak sedekah lebih dari hari-hari biasa. Ibnu ‘Abbas RA meriwayatkan, ia berkata : Rasulullah SAW adalah sosok manusia yang paling pemurah, terutama sekali pada bulan Ramadhan, saat malaikat Jibril menemui beliau. Setiap kali Jibril menemui beliau pada malam Ramadhan, pasti beliau tengah mentadabburi al-Quran. Sungguh tatkala Jibril menemiu beliau, beliau adalah sosok manusia yang paling pemurah dalam mengulurkan kebaikan, bahkan lebih pemurah daripada angina (pembawa rahmat) yang terus bertiup. (HR Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Jadi di dalam hadits ini disebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok teladan kedermawanan bagi kita, akan tetapi di dalam bulan Ramadhan kedermawanan beliau lebih hebat lagi dari biasanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yang ketujuh adalah beliau SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan. Hal ini sesuai dengan bunyi matan beberapa hadits berikut ini, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA, ia berkata : Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya. (Muttafaq Alaihi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bila hendak beri'tikaf, beliau sholat Shubuh kemudian masuk ke tempat i'tikafnya. (Muttafaq Alaihi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah memasukkan kepalanya ke dalam rumah -- beliau di dalam masjid--, lalu aku menyisir rambutnya dan jika beri'tikaf beliau tidak masuk ke rumah, kecuali untuk suatu keperluan. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari. Merujuk hadits-hadits tentang i’tikaf ini, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, maka pelaksanaan i’tikaf adalah mengambil tempat di masjid dan selama i’tikaf, mu’takif (orang yang melakukan i’tikaf) harus tetap berada di masjid sampai waktu i’tikaf selesai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yang kedelapan adalah beliau SAW tidak pernah memaksakan untuk tetap berpuasa bagi musafir, orang yang sakit dan sedang menghadapi udzur. Hal ini sesuai dengan hadits-hadits berikut ini, dari Hamzah Ibnu Amar al-Islamy Radliyallaahu 'anhu bahwa dia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku kuat berpuasa dalam perjalanan, apakah aku berdosa? Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Ia adalah keringanan dari Allah, barangsiapa yang mengambil keringanan itu maka hal itu baik dan barangsiapa senang untuk berpuasa, maka ia tidak berdosa. Riwayat Muslim dan asalnya dalam shahih Bukhari-Muslim dari hadits 'Aisyah bahwa Hamzah Ibnu Amar bertanya. Di dalam hadits yang lain terdapat pula riwayat dari Jabir bin Abdullah r.a. berkata : Rasulullah dalam suatu perjalanan, beliau melihat kerumunan dan seseorang sedang dinaungi. Beliau bertanya, Apakah ini? Mereka menjawab, Seseorang yang sedang berpuasa. Maka, beliau bersabda, Tidak termasuk kebajikan, berpuasa dalam bepergian.(HR Bukhari). Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Orang tua lanjut usia diberi keringanan untuk tidak berpuasa dan memberi makan setiap hari untuk seorang miskin, dan tidak ada qodlo baginya. Hadits shahih diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda berkenaan dengan keutamaan dalam berpuasa di bulan Ramadhan, dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Allah berfirman : Semua amal shaleh anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kalinya, bahkan sampai 700 kalinya, kecuali puasa, sebab puasa adalah milik-Ku dan hanya Aku lah yang akan membalasnya, hal ini dikarenakan seseorang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku. Oran yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan, yakni kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika menghadap Rabbnya. Sungguh bau mulut orang ysang sedang berpuasa itu dalam pandangan Allah lebih harum dari minyak kesturi. Puasa adalah perisai. Jika seseorang sedang puasa, janganlah ia berbuat atau berkata yang tidak senonoh. Jika ada seseorang yang memakinya, hendaklah ia mengatakan : Maaf aku sedang puasa. (HR Bukhari-Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bulan suci ramadhan adalah bulan yang sangat baik bagi kita berintrospeksi diri. Adanya komitmen untuk bisa menjauhkan diri dari segala macam keburukan dan kelemahan serta menggantinya dengan terus menerus mengupayakan kesucian diri dan banyak mengerjakan amal kebajikan akan dapat meningkatkan kedekatan hubungan dengan Allah SWT. Insya Allah dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, jalan menuju keridhoan Tuhan semakin terbuka lebar. Wa Allah a’lamu bi ash-shawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;www.katalogislam.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-7633129886748946482?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/7633129886748946482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=7633129886748946482' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/7633129886748946482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/7633129886748946482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/09/puasa-ramadhan.html' title='Puasa Ramadhan'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/SLuHi_QrpoI/AAAAAAAAADw/YkbpgdFXzmI/s72-c/ramadhan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-1210120886536307158</id><published>2008-05-21T10:29:00.003-05:00</published><updated>2008-12-10T21:38:04.464-06:00</updated><title type='text'>Asli Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/SDRAuTr7MLI/AAAAAAAAADo/4kuEhYLs5ps/s1600-h/ayam+penyet.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202854633822433458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/SDRAuTr7MLI/AAAAAAAAADo/4kuEhYLs5ps/s320/ayam+penyet.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Ayam Penyet dan Tempe Penyet&lt;br /&gt;(Aku sudah coba resep ini,uenak banget deh..jangan lupa cobain juga ya)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;Category: Meat &amp;amp; Seafood&lt;br /&gt;Style: Soulfood&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Description:&lt;br /&gt;Ini pertama kali aku buat yang nama ayam dan tempe penyet. Sebelumnya aku gak ngerti apa sich ayam or tempe penyet itu, soalnya sama sekali gak pernah dengar dan gak pernah makan. Nah lucunya aku tuh tau makanan ini sejak tinggal di amrik (aneh), soalnya banyak dijual di toko2 Indo sini..hai...ya....payah oooo......&lt;br /&gt;Yang lebih asyik lagi adalah jauh lebih enak bikin sendiri ketimbang beli....hehe.......&lt;br /&gt;Gak percaya..silahkan coba..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;Ingredients:&lt;br /&gt;1 ekor ayam ( aku pakai wing dan drum stick)&lt;br /&gt;1 buah tempe, potong sesuai selera&lt;br /&gt;100 ml air&lt;br /&gt;1 sdm lime juice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu halus :&lt;br /&gt;6 siung bawang putih&lt;br /&gt;1 sdm ketumbar. sangrai&lt;br /&gt;4 butir kemiri, sangrai&lt;br /&gt;2 cm kunyit ( boleh pakai bubuk)&lt;br /&gt;3 cm lengkuas (boleh pakai bubuk)&lt;br /&gt;1 cm jahe (boleh pakai bubuk)&lt;br /&gt;2 batang sereh, ambil putihnya&lt;br /&gt;3 lbr daun salam&lt;br /&gt;garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan untuk sambal penyet :&lt;br /&gt;5 buah cabe besar&lt;br /&gt;5 buah cabe rawit&lt;br /&gt;3 siung bawang putih&lt;br /&gt;1 sdm gula merah&lt;br /&gt;1 sdm terasi matang&lt;br /&gt;1 buah tomat&lt;br /&gt;garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Directions:&lt;br /&gt;1. Lumurin ayam dengan lime juice untuk beberapa saat, cuci dan tiriskan.&lt;br /&gt;2. Haluskan bumbu dan setelah itu lumuri ke ayam, diamkan kira 30-60 menit.&lt;br /&gt;3. Masak air di panci bersama daun salam, sereh dan lengkuas sampai mendidih, masukkan ayam dan tempe yang telah dibumbuhi.&lt;br /&gt;4. Masak dengan api sedang sampai ayam empuk dan air tinggal sedikit,tiriskan.&lt;br /&gt;5. Panaskan minyak dan goreng ayam dan tempe hingga kecoklatan&lt;br /&gt;6 Angkat hidangkan denga sambal penyet dan lalapannya.&lt;br /&gt;7. Cara membuat sambal : Goreng semua bahan sampai matang, angkat.&lt;br /&gt;Ulek semua bahan yang telah digoreng (jangan terlalu halus uleknya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyajian :&lt;br /&gt;Taruh ayam dan tempe di atas sambal yang telah diulek, setelah itu di penyetin (jgn terlalu kuat nanti ayamnya hancur semua)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : Selain itu ayam dan tempe , kita juga bisa tambahkan yang lain seperti : hati, ampla,tahu, telur mata sapi, terong, ikan dst....(sesuai selera....)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://khiuk.multiply.com/recipes/item/56/Ayam_Tempe_Penyet"&gt;http://khiuk.multiply.com/recipes/item/56/Ayam_Tempe_Penyet&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-1210120886536307158?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/1210120886536307158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=1210120886536307158' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/1210120886536307158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/1210120886536307158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/05/asli-indonesia.html' title='Asli Indonesia'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/SDRAuTr7MLI/AAAAAAAAADo/4kuEhYLs5ps/s72-c/ayam+penyet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-3353432382164071839</id><published>2008-04-08T21:14:00.007-05:00</published><updated>2008-12-10T21:38:04.615-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam is peacefulness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam and peace'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam hate war'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam is my way'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam againts radicalism'/><title type='text'>My Beloved Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_wnbgJDufI/AAAAAAAAADg/y0VWMlMaThw/s1600-h/al+Quran2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187064224261847538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_wnbgJDufI/AAAAAAAAADg/y0VWMlMaThw/s320/al+Quran2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;My Islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;&lt;em&gt;By : Aisyah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;My Islam is Islam which propagating peacefulness in the whole world&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to love all God creation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;My Islam is Islam which teaching to eliminate dislike to all human being&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching in honour of although differ belief&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to do a kindness to all human being&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching [in order] not to get across and reciprocate all hostility with kindliness because my Islam [do] not teach to owe a grudge others.&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to have wisdom to all human being&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to forgive mistake [of] the others&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching to say downright and avoid falsehood&lt;br /&gt;My Islam is Islam which teaching for the spread out of peacefulness and eliminate radicalism and hardness in the whole world&lt;br /&gt;Love for All hatred for None&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-3353432382164071839?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/3353432382164071839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=3353432382164071839' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/3353432382164071839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/3353432382164071839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/04/my-beloved-islam.html' title='My Beloved Islam'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_wnbgJDufI/AAAAAAAAADg/y0VWMlMaThw/s72-c/al+Quran2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-5181262771298799823</id><published>2008-04-04T09:55:00.003-05:00</published><updated>2008-12-10T21:38:04.843-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aisha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel ayat-ayat cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='habiburrahman el-shirazi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fahri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayat-ayat cinta'/><title type='text'>Penggalan Novel Ayat-Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_ZDkAJDucI/AAAAAAAAADM/crgY_e0BC6Q/s1600-h/AAC.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185406306756049346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_ZDkAJDucI/AAAAAAAAADM/crgY_e0BC6Q/s320/AAC.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff6666;"&gt;Penggalan Novel Ayat-Ayat Cinta (Untuk Pertama Kalinya Fahri Melihat Aisha)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;15. Pertemuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Aku sampai di masjid Abu Bakar Shiddiq tepat saat azan Ashar berkumandang. Seluruh tubuhku bergetar tidak seperti biasanya. Keringat dinginku keluar. Aku tidak tahu shalatku kali ini khusyuk apa tidak. Yang jelas mataku basah. Dalam sujud aku menangis memohon kepada Allah agar diberi umur yang penuh berkah, pertemuan dengan calon belahan jiwa yang penuh berkah, akad nikah yang penuh berkah, malam zafaf yang penuh berkah, dan masa depan yang penuh berkah. Selesai shalat aku masih duduk menitikkan air mata. Aku meyakinkan diriku bahwa aku tidak sedang bermimpi. Sebentar lagi aku akan bertemu dengan dia. Dia yang aku belum tahu namanya dan belum tahu wajahnya seperti apa. Dia yang telah lama kurindu. Aku minta kekuatan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Utsman menyentuh pundakku beliau tersenyum. Beliau mengajakku ikut serta dalam mobil beliau. Dari masjid Abu Bakar sampai ke rumah beliau memang agak jauh. Syaikh Utsman memiliki seorang sopir bernama Faruq. Selama dalam perjalanan Syaikh Utsman bercerita masa mudanya dulu. Beliau dan Ummu Fathi asalnya juga tidak saling kenal. Bertemu dalam majlis khitbah. Dan cinta itu hadir begitu saja setelah akad nikah, begitu kuatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku, kau pasti panas dingin sekarang. Iya ‘kan? Aku dulu juga merasakan hal yang sama. Dalam perjalanan bersama keluarga ke rumah Ummu Fathi, untuk bertemu pertama kalinya sekaligus khitbah hatiku berdesir, jantungku berdegup, keringat dingin keluar. Tapi itulah saat-saat yang tak terlupakan. Dan ketika kami bertemu. Ummu Fathi keluar mengeluarkan minuman dengan tangan bergetar. Mata kami sekilas bertemu dan hati diliputi rasa malu yang luar biasa. Itu adalah kenikmatan luar biasa. Kenikmatan istimewa yang jarang dirasakan anak muda sekarang, kecuali yang benar-benar menjaga diri dan menjaga hubungan lelaki perempuan dalam adab-adab syar’i. Kulihat mukamu pias, kau pasti sedang panas dingin. Anakku, tunggulah nanti sebentar lagi ketika kau sudah duduk di ruang tamu dan gadis itu masuk bersama walinya kau akan merasakan panas dingin yang luar biasa. Panas dingin yang belum pernah kau rasakan. Apalagi kala kau dan dia nanti sesekali mencuri pandang. Suasana hatimu tidak akan bisa kau lupakan seumur hidupmu. Inilah keindahan Islam. Dalam Islam hubungan lelaki perempuan disucikan sesuci-sucinya namun tanpa mengurangi keindahan romantisnya.” Kata-kata Syaikh Utsman menambah tubuhku semakin dingin. Syaikh Utsman seperti masih muda. Beliau juga menasihatiku agar majelis pertemuan nanti benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengenalkan diri dan mengenal gadis itu. Syaikh Utsman dan wali gadis itu hanya akan menjadi pembawa acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki ruang tamu Syaikh Utsman kakiku seperti lumpuh. Aku hampir tidak bisa mengangkat kakiku. Tubuhku gemetar. Ruang tamu yang penuh dengan kitab-kitab klasik ini akan menjadi saksi penting dalam sejarah hidupku. Syaikh Utsman mempersilakan aku duduk di sofa busa yang menghadap ke barat. Di sebelah selatan ada sofa panjang menghadap utara untuk dua orang. Di sebelah barat ada sofa menghadap ke timur untuk satu orang. Di sebelah utara ada dua sofa menghadap ke selatan. Pintu ada dekat tempat aku duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Fathi keluar membawa nampan berisi dua gelas air putih. Untuk kami berdua. “Anakku, ayo diminum dulu. Kau tampaknya kehausan,” ucap Syaikh Fathi. Aku meneguk sedikit. “Lima menit lagi, mereka insya Allah datang!” sambung beliau. Jantungku berdegup kencang. Panas dingin tubuhku semakin kuat terasa. Aku banyak beristighfar di dalam hati untuk menenangkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bel berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu mereka datang. Kau tetaplah duduk di tempatmu!” kata Syaikh Fathi. Aku tidak bisa lagi menangkap nuansa yang menyergap hatiku. Berbagaimacam perasaan bercampur menjadi satu; penasaran, rindu, malu, gugup, takut, cemas, tidak percaya diri, optimis, senang, dan bahagia. Ummu Fathi mengambil dua gelas berisi air putih itu. Sementara Syaikh Fathi beranjang membukakan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara pintu di buka. Aku sama sekali tidak berani memandang ke arah pintu yang hanya dua meter di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’aikum!” Hatiku berdesir keras. Suara lelaki. Bukan suara orang Indonesia, tapi suara itu memang sangat khas dan aku sangat mengenalnya. Aku masih menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikumussalam wa rahmatullah. Ahlan wa sahlan. Ayo masuk! Fahri, berdirilah sambutlah calon pamanmu!” Suara Syaikh Utsman membuatku tergagap. Aku berdiri. Dan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang berdiri di hadapanku adalah Eqbal Hakan Erbakan. Dia tersenyum padaku. Hatiku terasa dingin sekali. Aku berusaha tersenyum. Aku tak tahu seperti apa raut mukaku. Aku sungguh-sungguh terkejut. Kami berangkulan erat sekali. “Kaif halak ya ‘aris!” Eqbal membisikkan kata sapaan padaku, yang dalam kata sapaan ada kata-kata yang menggoda. Dia sudah memanggilku ‘ya ‘aris’, wahai pengantin pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah,” lirihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang Eqbal ada dua perempuan bercadar dan dua anak kecil yang lucu. Aku kenal dengan dua anak kecil itu. Amena dan Hasan. Amena membawa boneka panda. Aku jadi teringat itu boneka yang kutitipkan lewat Aisha. Dan Hasan membawa pistol air mainan. Dua perempuan bercadar itu menatapku sekilas, lalu beranjak menyalami Ummu Fathi. Mereka berpelukan bergantian. Eqbal menarik tangan Amena dan Hasan agar bersalaman denganku. Aku berjongkok. Melihat Amena dan Hasan yang lucu rasa grogiku sedikit berkurang. Aku cium kening Amena yang baru berumur lima tahun itu juga kening Hasan yang baru tiga tahun. Eqbal minta pada Amena untuk berterima kasih padaku atas hadiahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syuklon alal hadieh el jamileh, Am…amu Andonesy.” [89] Lirih Amena terbata-bata dengan suara agak cedal. Kontan Syaikh Utsman tertawa. Aku tersenyum saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Fathi, isteri Syaikh Utsman mempersilakan yang bernama Aisha agar duduk di sofa yang menghadap ke timur. Dan mempersilakan isteri Eqbal duduk di dekat Aisha, sofa yang menghadap ke selatan. Beliau sendiri duduk tepat di depannya. Syaikh Utsman duduk di sampingnya, dekat denganku. Dan Eqbal duduk berhadapan dengan Syaikh Utsman, juga berdekatan denganku. Si kecil Amena duduk di pangkuan ibunya. Dan si kecil Hasan berdiri di depan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan di mulai. Jantungku mulai berdegup kencang. Tubuhku panas dingin. Kini aku tahu gadis itu adalah Aisha. Keponakan Eqbal Hakan Erbakan. Syaikh Utsman benar, Aisha telah mengenalku dan aku telah mengenalnya. Perkenalan yang begitu singkat. Aisha mungkin tahu banyak tentang diriku. Ia mungkin telah mendapat banyak info dari Eqbal. Sebab selama bersahabat dengan Eqbal dan selama i’tikaf di masjid Helmeya Zaitun kami sudah seperti keluarga sendiri. Eqbal banyak cerita tentang dirinya dan keluarganya. Masa kecilnya. Bagaimana bisa ke Mesir. Bagaimana bisa menikah dengan Sarah yang kini jadi isterinya. Sarah yang dari keluarga konglomerat Turki namun sangat kuat penghayatannya atas Islam. Aku pun telah cerita banyak pada Eqbal. Tentang keluargaku yang miskin. Tentang bagaimana diriku datang ke Mesir dengan menjual sawah warisan kakek. Harta satu-satunya yang dimiliki keluarga. Tentang awal-awal di Mesir yang penuh derita. Tak ada beasiswa. Tak ada pemasukan. Kerja membantu Bang Aziz mendistribusikan tempe ke rumah-rumah mahasiswa dari Indonesia dan Malaysia. Jualan beras dengan cara mengambil beras dari pelosok Mesir seperti Zaqaziq dan menjual ke teman-teman mahasiswa. Dan lain sebagainya. Aisha mungkin telah tahu banyak tentang diriku, tapi aku apa yang aku ketahui tentang dirinya. Melihat mukanya saja belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarah, isteri Eqbal berbicara dengan Ummu Fathi. Sesekali Syaikh Fathi dan Eqbal menimpali. Sarah menceritakan siapa Aisha ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang ke arah Aisha, pada saat yang sama dua matanya yang bening di balik cadarnya juga sedang memandang ke arahku. Pandangan kami bertemu. Dan ces! Ada setetes embun dingin menetes di hatiku. Kurasakan tubuhku bergetar. Aku cepat-cepat menundukkan kepala. Dia kelihatannya melakukan hal yang sama. Kukira Aisha tidak setegang diriku, sebab dia merasa lebih santai. Wajahnya tersembunyi di balik cadarnya. Sementara diriku, aku tidak tahu seperti apa bentuk mukaku. Aku harus mencari cara untuk menghilangkan ketegangan ini. Si kecil Hasan memandangi aku. Aku tersenyum padanya. Kutarik dia ke pangkuanku. Dia menurut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya Hasan di pangkuanku aku jadi merasa lebih nyaman. Aku bisa membelai-belai rambutnya. Hasan anak yang penurut. Kelihatannya ia benar-benar masih ingat padaku. Sesekali ia berceloteh dan aku menanggapi lirih sambil mencium kepalanya gemas. Dan di balik cadar, mata bening Aisha memperhatikan apa yang aku lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah majelis ta’aruf [90] untuk dua orang yang sedang berniat untuk melangsungkan pernikahan. Menurut ajaran nabi, seorang pemuda boleh melihat wajah perempuan yang hendak dinikahinya. Untuk melihat daya tarik dan untuk menyejukkan hati. Maka lebih baiknya Anakku Aisha membuka cadarnya. Meskipun Fahri sudah melihat wajahmu lewat album foto. Tetapi dia harus melihat yang asli sebelum melangsungkan akad nikah. Bukankah begitu Ummu Amena?” Kata-kata Ummu Fathi ini membuat jantungku berdesir. Sebentar lagi Aisha akan menanggalkan cadarnya, dan aku..masya Allah..aku akan melihat wajah calon isteriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang Aisha. Dia memandangku lalu menunduk. Kelihatannya dia sangat malu dan salah tingkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aisha, bukalah cadarmu! Calon suamimu berhak melihat wajah aslimu,” desak Sarah, bibinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mendekap Hasan aku menyaksikan tangan kanan Aisha perlahan-lahan membuka cadarnya. Ada hawa sejuk mengalir dari atas. Masuk ke ubun-ubun kepalaku dan menyebar ke seluruh syaraf tubuhku. Wajah Aisha perlahan terbuka. Dan wajah putih bersih menunduk tepat di depanku. Subhanallah. Yang ada di depanku ini seorang bidadari ataukah manusia biasa. Mahasuci Allah, Yang menciptakan wajah seindah itu. Jika seluruh pemahat paling hebat diseluruh dunia bersatu untuk mengukir wajah seindah itu tak akan mampu. Pelukis paling hebat pun tak akan bisa menciptakan lukisan dari imajinasinya seindah wajah Aisha. Keindahan wajah Aisha adalah karya seni mahaagung dari Dia Yang Maha Kuasa. Aku benar-benar merasakan saat-saat yang istimewa. Saat-saat untuk pertama kali melihat wajah Aisha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana apakah kalian sudah benar-benar siap membangun rumah tangga berdua?” Pertanyaan Syaikh Fathi membuat diriku mendongakkan kepala. Aisha juga melakukan hal yang sama. Pandangan kami bertemu. Dan ces! Hatiku seperti ditetesi embun dingin dari langit. Entah hati Aisha. Lalu kami kembali menundukkan kepala. Aku diam tidak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akh Fahri, bagaimana, kau siap menerima Aisha sebagai isterimu?” tanya Eqbal dengan suara tegas. Aku malah meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akh Eqbal, semestinya bukan aku yang kau tanya. Tanyalah Aisha, apakah dia siap memiliki seorang suami seperti aku? Kau tentu sudah tahu siapa aku. Aku ini mahasiswa yang miskin. Anak seorang petani miskin di kampung pelosok Indonesia,” jawabku terbata-bata sambil terisak. “Apakah aku kufu dengannya? Aku merasa tidak pantas bersanding dengan keponakanmu itu. Aku tidak ingin dia kecewa di belakang hari,” lanjutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, biar Aisha sendiri yang menjawabnya. Bicaralah Aisha, jangan malu,” ujar Eqbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencuri pandang melihat Aisha. Ia menundukkan kepalanya. Bulu matanya yang lentik bergerak-gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, aku akan bicara dari hatiku yang terdalam. Fahri, dengan disaksikan semua yang hadir di sini, kukatakan aku siap menjadi pendamping hidupmu. Aku sudah mengetahui banyak hal tentang dirimu. Dari Paman Eqbal, dari Nurul dan orang-orang satu rumahnya. Dari Ustadzah Maemuna isteri Ustadz Jalal. Dari Ruqoyya, isteri Aziz. Aku tidak akan sangat berbahagia menjadi isterimu. Dan memang akulah yang meminta Paman Eqbal untuk mengatur bagaimana aku bisa menikah denganmu. Akulah yang minta.” Aisha menjawab dengan bahasa Arab fusha yang terkadang masih ada sususan tata bahasa yang keliru namun tidak mengurangi pemahaman orang yang mendengarnya. Suaranya terasa lembut dan indah, lebih lembut dari suaranya saat berkenalan di Metro dan beberapa kali bertemu, di Tahrir dan di National Library. Aku tidak tahu kenapa. Apakah karena aku kini telah jatuh cinta padanya? Jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Dan semoga juga yang terakhir kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana Fahri, Kau sudah mendengar sendiri dari Aisha, sekarang kau bagaimana?” ujar Eqbal sambil memandang ke arahku. Semua mata tertuju ke arahku, kecuali mata si kecil Amena dan Hasan. Aku memberanikan diri untuk menatap wajah Aisha, agak sedikit lama. Aisha memandangku, ia menanti jawabanku. Aku merasa tak mampu menahan air mata yang meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Aisha sedemikian mantapnya dan percaya padaku, maka, bismillah, aku pun mantap menerima Aisha untuk jadi isteriku, pendamping hidupku dan ibu dari anak-anakku, aku akan sepenuh hati percaya padanya,” kataku dengan suara parau bergetar, dengan mata tetap menatap Aisha. Aku melihat mata Aisha berkaca-kaca. Suasana hening dan haru menyelimuti ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku jadi teringat lima puluh tahun yang lalu, saat mengkhitbah Ummu Fathi, suasananya tak jauh berbeda. Penuh dengan perasaan cinta dan nuansa indah yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.” Suara Syaikh Utsman memecahkan keheningan dan keharuan. Syaikh Utsman lalu bercerita tentang hari-hari pertamanya membangun rumah tangga. Banyak hal lucu penuh hikmah yang beliau kisahkan. Terkadang Ummu Fathi yang juga sudah tua menyela. Suasana jadi lebih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan terus berlanjut ke masalah kami berdua, masalah diriku dan masalah Aisha. Syaikh Utsman mampu menggiring kami untuk membuka diri. Aku berterus terang tentang sakitku sebulan yang lalu. Aisha membuka dirinya pernah sakit Asma. Aku ungkapkan kembali persyaratan ibuku, bahwa isteriku mau tidak mau harus hidup dan berjuang di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diriku sudah aku wakafkan di jalan Allah. Aku siap hidup dan berjuang di mana saja mendampingi perjuangan suamiku tercinta.” Tegas Aisha tanpa ragu sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu berbicara tentang harapan masing-masing. Cita-cita dan idealisme masing-masing. Aku merasa apa yang diharapkan dan dicita-citakan Aisha tidak ada yang berseberangan jauh dengan apa yang aku harapkan dan aku cita-citakan. Dia ingin suami yang sepenuh hati mencintainya, menjadikan dirinya satu-satunya isterinya, setia dalam suka dan duka, perhatian pada keluarga, dan tidak melalaikan tugas berjuang di jalan Allah. Itu adalah juga yang aku inginkan dari isteriku. Aku ingin isteri yang shalihah, setia dan tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembicaraan berlangsung lama, rasa canggung tidak lagi penghalang untuk mengungkapkan segala yang ingin diungkapkan. Aku bahkan tanpa perlu malu, dan dengan penuh keterus-terangan membuka kemampuanku mencari nafkah saat ini. Andalanku adalah terjemahan. Dan karena sedang konsentrasi penulisan tesis, aku tidak bisa menerjemah sebanyak yang kemarin. Aku jelaskan nominal yang kira-kira masuk tiap bulan. Itu pun terkadang terlambat pembayarannya. Juga uang yang aku punya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisha menjawab dengan tenang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah aku sudah mempelajari sifat perempuan Jawa. Aku sangat kagum pada mereka. Mereka adalah perempuan yang sangat setia, dan peduli pada keluarga. Di Jawa seorang isteri terlibat sepenuhnya dalam masalah keluarga. Isteri ikut memikirkan bagaimana dapur mengepul. Perempuan Jawa bisa hidup sederhana. Seperti Fatimah Zahra puteri Rasulullah bisa hidup sangat sederhana, yang mengambil air dan membuat roti sendiri. Padahal dia puteri seorang nabi agung. Aku siap untuk hidup seperti Fatimah Zahra. Aku sudah meneliti mahasiswa Indonesia, khususnya dari Jawa yang berkeluarga di Cairo. Mereka hidup sangat sederhana. Mengatur uang yang ada sebaik-baiknya. Saling melengkapi. Aku siap hidup seperti mereka. Menurut Ruqoyya isteri seorang mahasiswa bernama Aziz yang berjualan tempe. Dengan uang 150 dollar ia sudah bisa hidup normal meskipun sangat sederhana dengan menyewa rumah yang sederhana. Aku bahkan siap untuk hidup lebih buruk dari itu. Aku siap dalam suka maupun duka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mantap dengan apa dengar dari Aisha. Semoga apa yang ia katakan adalah apa yang keluar dari hatinya. Kata-kata adalah cermin jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mengutarakan masalah cadar yang dipakai Aisha. Bukan aku tidak setuju atau menentangnya. Tapi untuk fiqh dakwah di Indonesia lebih hikmah tidak pakai cadar. Aku jelaskan kondisi masyarakat di desaku dan sekitarnya. Perempuan bercadar akan dianggap sangat aneh dan mencurigakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan kuatir. Aisha dan Sarah isteriku adalah muslimah-muslimah moderat. Itu tidak akan menjadi masalah. Sarah sendiri kalau pulang ke Turki tidak memakai cadar. Menurut mayoritas Ulama, menutup wajah bagi perempuan tidak wajib. Yang wajib adalah menutup seluruh aurat kecuali telapak tangan dan wajah,” jelas Eqbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Paman Eqbal benar,” sahut Aisha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah segala yang bersifat pribadi dirasa cukup, dan kami merasa benar-benar akan bisa menjadi pasangan hidup yang serasi, bisa saling mengisi dan melengkapi, pembicaraan berlanjut ke masalah akad nikah dan pesta walimatul ‘ursy. Aisha ingin akad dan pesta dilaksanakan secepatnya. Setelah dikalkulasi dan timbang paling cepat akad dilaksanakan satu minggu lagi dan pestanya dua hari setelahnya. Akhirnya ditetapkan akad nikah akan dilaksanakan Jum’at depan, tanggal 27 Sepetember, di masjid Abu Bakar Shiddiq setelah shalat Ashar. Karena nantinya Aisha akan tinggal di Indonesia, maka aku harus mengurusi segalanya yang berkaitan dengan dokumen pernikahan yang diakui di Indonesia. Aku jelaskan itu mudah. Eqbal akan melengkapi semua dokumen Aisha yang diperlukan untuk Kedutaan Besar Republik Indonesia. Aisha bilang ia juga akan mencatatkan pernikahannya ke kedutaan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisha meminta agar uang yang aku miliki saat ini disiapkan untuk mahar dan pengurusan surat nikah KBRI. Adapun biaya yang lainnya biar paman Eqbal yang mengurusi. Tempat pesta walimatul ursy juga ditetapkan saat itu juga. Yaitu di Darul Munasabat [91] masjid Rab’ah El-Adawea, Nasr City. Itu adalah tempat yang paling cocok. Letaknya strategis. Dekat dengan tempat tinggal umumnya mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Turki. Jumlah orang indonesia yang akan diundang sekalian di tentukan. Tentunya undangan terbatas. Karena di pihak Aisha juga mengundang orang Turki. Undangan disesuaikan dengan kapasitas tempat duduk. Jenis hidangan yang disajikan juga ditetapkan. Tidak terlalu mewah tapi juga tidak terlalu sederhana. Yang dicari adalah barakahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam zafaf juga ditentukan. Tidak setelah akad, tapi setelah walimah. Tempatnya di mana, Aisha dan Sarah yang akan merancangnya. Aku diminta tinggal menerima jadi saja. Sebab suasana kamar pengantin akan dibuat suasana Turki. Sarah adalah seorang da’iyah di kalangan mahasiswi Turki, karenanya aku yakin meskipun di tata ala Turki tapi tidak akan menyimpang dari sunnah nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga Eqbal mengukur tubuhku untuk mencari pakaian pengantin yang akan dipakai saat walimah nanti. Sesuai keinginan Aisha, rencananya kami berdua akan memakai busana pengantin muslim Turki. Hal-hal seperti itu bagiku tidak ada masalah. Semua panitia akan ditangani oleh teman-teman dari Turki. Eqbal hanya minta bantuan beberapa orang untuk penyambut tamu dan penyaji hidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan selesai tepat saat azan maghrib berkumandang. Sore itu sejarah baru hidupku telah dirancang dengan matang. Aisha sempat tersenyum padaku sebelum ia dan keluarganya meninggalkan ruang tamu Syaikh Utsman. Aku tidak bisa mengungkapkan rasa cintaku yang membuncah memenuhi segenap ruang hatiku. Aku melangkahkan kaki dengan perasaan bahagia tiada terkira, meskipun aku tidak mengingkari ada sedikit rasa cemas. Cemas yang terlahir dari kekurangpercayaan pada apa yang aku alami. Yang aku alami tadi sungguhkah kejadian nyata ataukah sekadar mimpi belaka? Terkadang orang yang terlalu bahagia melihat apa yang dialaminya seperti mimpi. Terkadang waktu berjalan sedemikian cepatnya tanpa memberi kita kesempatan untuk berpikir sebenarnya apa yang sedang terjadi pada diri kita sendiri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" align="left"&gt;(Anda ingin membacanya secara lengkap? Klik &lt;a href="http://www.isnan-nur.web.ugm.ac.id/ayat_cinta.htm#j13"&gt;http://www.isnan-nur.web.ugm.ac.id/ayat_cinta.htm#j13&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-5181262771298799823?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/5181262771298799823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=5181262771298799823' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/5181262771298799823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/5181262771298799823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/04/penggalan-novel-ayat-ayat-cinta.html' title='Penggalan Novel Ayat-Ayat Cinta'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_ZDkAJDucI/AAAAAAAAADM/crgY_e0BC6Q/s72-c/AAC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-7859129595731190702</id><published>2008-04-04T02:05:00.003-05:00</published><updated>2008-12-10T21:38:04.990-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='singkong kukus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kroket'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masakan Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singkong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep singkong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asli Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tempe'/><title type='text'>Asli Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_XURQJDubI/AAAAAAAAADE/1JEk-BxqGPs/s1600-h/tape-singkong.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185283938842818994" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_XURQJDubI/AAAAAAAAADE/1JEk-BxqGPs/s320/tape-singkong.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc33;"&gt;Kroket singkong isi tempe&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;22 Januari, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan :&lt;br /&gt;1 kg singkong,4 sdm mentega (cairkan),2 btr telur, 1 ons tepung terigu,garam secukupnya, minyak goreng Bahan untuk isi :&lt;br /&gt;0,5 kg tempe (digoreng sampai kecoklatan), 5 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 0,5 ons cabe merah,1 bks penyedap rasa ayam, garam secukupnya, daun kemangi secukupnya (bila suka), daun salam dan laos&lt;br /&gt;Bahan pelapis:&lt;br /&gt;Tepung panir secukupnya, 2 btr putih telur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat :&lt;br /&gt;Kupas singkong lalu kukus sampai matang,selagi panas tumbuk hingga halus.&lt;br /&gt;Adonan singkong halus ditambah kan mentega cair,tepung terigu,garam,telur aduk hingga rata.Sisihkan.&lt;br /&gt;Membuat bahan isi: Bawang merah,bawang putih dan cabe yang telah dihaluskan ditumis hingga harum, masukkan,laos, daun salam,kemangi dan penyedap rasa,garam secukupnya,aduk rata.&lt;br /&gt;Tempe yg telah digoreng ditumbuk kasar lalu di campur ke dalam bahan tumisan,aduk rata.&lt;br /&gt;Ambil satu sendok adonan singkong isi dgn bahan isi tempe, bulatkan atau bentuk sesuai selera.&lt;br /&gt;Setelah adonan singkong dan bahan isi telah dibentuk,celupkan kedalam putih telur lalu gulingkan ke tepung panir.&lt;br /&gt;Setelah itu goreng hingga kecoklatan. Siap dihidangkan!&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;* Resep ini untuk kurang lebih 25 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://cuek.wordpress.com/2007/01/22/kroket-singkong-isi-tempe/ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-7859129595731190702?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/7859129595731190702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=7859129595731190702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/7859129595731190702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/7859129595731190702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/04/asli-indonesia.html' title='Asli Indonesia'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_XURQJDubI/AAAAAAAAADE/1JEk-BxqGPs/s72-c/tape-singkong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-7529602314089996643</id><published>2008-04-02T19:26:00.004-05:00</published><updated>2008-12-10T21:38:05.358-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emansipasi wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi untu wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedudukan wanita dalam Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskriminasi kaum wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita muslimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='derajat kaum wanita'/><title type='text'>Guratan Penaku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_QkuAJDuaI/AAAAAAAAAC8/xSntFaVYfrI/s1600-h/merpati.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184809443740858786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_QkuAJDuaI/AAAAAAAAAC8/xSntFaVYfrI/s320/merpati.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;I Believe I Can Fly…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(Asma binti Yazid bin Sakan Duta Bagi Para Muslimah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku sedang mendengarkan lirik lagu ini, aku merasa seperti seekor burung merpati kecil yang mulai mengepakkan sayapnya dan terbang menjangkau langit tinggi..terbang dan terus terbang menggapai cakrawala, mengahampiri pelangi nan indah dan meraih gumpalan awan putih seakan ingin merebahkan diri diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini memang memberikan inspirasi tersendiri bagiku, yang jelas aku semakin termotivasi untuk menggapai dan meraih cita-citaku. Aku ingin menjadi sesuatu yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara tentang cita-cita, aku tidak pernah konsisten sejak dari masa kanak-kanak. Sekarang ingin jadi ini, besok sudah berubah lagi ingin jadi itu. Tapi akhirnya aku mencoba untuk merumuskan sendiri apa sebenarnya yang menjadi keinginanku, ternyata jawabannya simple saja bahwa aku ingin menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Oleh karena itu ketika aku memutuskan untuk menekuni bidang farmasi di salah satu sekolah menengah kejuruan di Jakarta, maka aku merasa enjoy dengan pilihanku sebab aku yakin bisa mengabdikan diri untuk kemanfaatan orang lain dengan ilmu yang aku miliki nantinya. Sampai pada akhirnya aku lulus dengan hasil yang sangat memuaskan, bahkan sebelum ijazah kelulusan aku terima, aku juga sudah diterima bekerja di salah satu rumah sakit swasta sebagai asisten apoteker. Sebenarnya aku juga memiliki rencana tersendiri ketika aku memutuskan untuk bekerja dulu dan tidak langsung melanjutkan ke bangku kuliah karena aku tidak mau menyusahkan orang tuaku. Aku ingin membiayai kuliahku nantinya dengan uang hasil kerja sendiri. Sampai pada akhirnya aku memutuskan juga untuk menerima lamaran seorang pemuda yang ingin menikahiku, walaupun sebenarnya berat rasanya mengambil keputusan ini karena banyak keinginanku yang masih belum terealisasi apabila aku menikah nantinya pasti semakin berat untuk mewujudkannya. Tapi aku juga tidak mau menolak jodoh yang Tuhan telah berikan kepadaku karena proses pernikahanku juga sudah melalui tahap shalat Istikharah dan Tuhan memang telah memberikan isyarah-isyarah yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita pernikahanku pun terjadi akan tetapi aku masih tetap bekerja di rumah sakit swasta itu sampai akhirnya Tuhan memberikan aku anugerah dengan kehamilanku yang pertama. Dan tepat pada tanggal 25 Februari 2007 dengan karunia Allah aku melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat lucu. Setelah itu suamiku memberikan pendapatnya bahwa sebaiknya aku keluar dari pekerjaanku supaya bisa mengurus anak dengan baik, apalagi anak masih bayi yang membutuhkan perhatian extra dari ibunya. Setekah aku pertimbangkan ternyata masuk di akal juga pendapatnya sebab aku juga tidak mau anakku diasuh oleh pembantu dari sejak bayi. Walupun berat rasanya akhirnya aku mengajukan permohonan mengundurkan diri dari rumah sakit tempat aku bekerja walaupun berkali-kali dari pihak rumah sakit menyarankan aku untuk tidak keluar dan mengambil cuti saja beberapa saat. Tapi keputusanku sudah bulat akhirnya aku pun keluar dari tempat kerjaku. Sebenarnya sedih rasanya harus mengorbankan pekerjaanku karena aku bekerja bukan hanya mencari uang tapi juga kepuasan batin karena bisa memanfaatkan ilmu yang aku miliki untuk membantu orang lain. Pada waktu itu aku seperti seekor burung merpati yang patah sayapnya sehingga lirik lagu yang pantas dilantunkan pada waktu itu adalah “I don’t believe I Can fly” or “I Can’t fly anymore”. Sehingga aku memberanikan diri untuk mendiskusikannya lagi kepada suamiku walaupun sebenarnya suamiku juga tidak benar-benar melarang karena dia hanya mengemukakan satu realita, kalau aku terus bekerja siapa yang akan merawat dan menjaga anakku. Sebenarnya dia juga tahu betul apa yang menjadi kegundahan hatiku, bahwa aku merasa menjadi seseorang yang sudah tidak bisa bermanfaat lagi untuk orang lain. Maka suamiku pun menceritakan satu riwayat hadits yang sangat menggugah semangat “emansipasi” bagi kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian bunyi terjemah haditsnya:&lt;br /&gt;“Imam Muslim meriwayatkannya dalam shahihnya bahwa Asma binti Yazid bin Sakan r.a datang mengahdap Nabi s.a.w dan berkata,”Aku adalah seorang duta dari sekian banyak wanita muslim yang ada di belakangku. Mereka semua meyatakan dan berpendapat sepertiku. Sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada kaum lelaki dan wanita, sehingga kamipun beriman kepadamu dan mengikutimu. Namun kami sebagai kaum wanita punya keterbatasan dan banyak halangan serta hanya banyak duduk di rumah. Sementara itu kaum pria mempunyai kelebihan dengan bisa melaksanakan shalat Juma’at, mengiring jenazah serta jihad. Jika mereka keluar untuk berjihad, maka kami yang menjagakan harta mereka dan yang mengurus anak-anak mereka. Apakah kami juga mendapatkan pahal yang serupa, ya Rasulullah?”&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w kemudian menoleh kepada para sahabat beliau dan bertanya, “Apakah kalian mendengar perkataan wanita yang mempunyai pertanyaan sangat baik ini mengenai urusan agamanya?” Mereka menjawab, “Tentu, ya Rasulullah.” Rasululkah s.a.w kemudian bersabda: “Sekarang pulanglah engkau, wahai Asma. Beritahukan kepada wanita-wanita yang ada di belakangmu bahwa pelayanan baik yang dilakukan oleh salah seorang diantara kalian kepada suaminya, mencari keridhaanya, dan selalu mematuhinya sebanding dengan apa yang akmu sebutkan tadi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sesaat tertegun setelah membaca hadits tersebut dan menyadarkan aku betapa luhur dan mulianya tugas seorang istri. Kemudian suamiku juga menjelaskan peran wanita yang utama adalah mempersiapkan generasi mendatang yang memiliki kualitas iman,takwa dan intelektualitas yang mumpuni. Walaupun sebenarnya memang hal itu menjadi kewajiban dari kedua orang tuanya tapi realitanya seorang ibu memiliki waktu yang lebih banyak di rumah untuk bisa memberikan tarbiyat kepada anak-anaknya. Pantas saja dalam hadits yang lain Rasulullah s.a.w bersabda bahwa surga itu terletak di bawah kaki ibu. Jadi seorang ibu memiliki peran yang sangat urgen dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Disinilah sebenarnya letak emansipasi wanita yang memiliki peran strategis untuk mempersiapkan generasi selanjutnya yang bisa menjadi harapan untuk agamanya,bangsanya dan keluarganya. Apa gunanya kalau suami istri sibuk berkarir di luar akan tetapi anak-anaknya tidak tertangani dengan baik pendidikan spiritual dan moralnya. Tidak jarang terjadi bahwa anak-anaknya sendirilah yang telah menghancurkan “kerajaan” dan kebesaran nama keluarganya yang dibangun oleh ibu bapaknya dengan susah payah dengan kelakuan mereka yang sangat mempermalukan nama ibu bapaknya.Apalagi dalam kondisi saat ini dimana lingkungan sangat berpengaruh terhadap akhlak dari anak-anak kita. Dibutuhkan peran besar bagi orang tua untuk benar-benar mengawasi pergaulan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak pernah mengajarkan diskrimansi atau merendahkan derajat kaum wanita justru Islam sangat menjujung tinggi hak dan kehormatan wanita dengan menempatkan wanita pada peran yang sangat potensial yaitu mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas tinggi. Walaupun kelihatannnya peran wanita itu solah-olah ada di belakang akan tetapi menurut pandangan Allah Taala bukan berarti derajatnya tidak akan bisa mengungguli kaum pria. Sangat mungkin terjadi dalam hal ketakwaan derajat ketakwaan seorang wanita bisa jauh lebih unggul dalam pandangan Allah Taala karena yang membedakan antara hamba yang satu dengan yang lain di mata Tuhan adalah ketakwaannya bukan karena gender. Jadi karier terbaik bagi seorang ibu adalah menjadi manager dalam rumah tangga suaminya. Oleh karena itu dibutuhkan juga leadership yang sangat baik sehingga bisa berhasil menjadi manager bagi rumah tangga suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi merpati kecil ini yang tadinya sudah merasa tidak dapat terbang lagi, kini merasa yakin..I Believe I Can Fly..bahkan aku yakin akan bisa terbang jauh lebih tinggi mengungguli yang lainnya. InsyaAllah. Mari kita sama-sama ber-fastabiqul khairat. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amiin &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-7529602314089996643?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/7529602314089996643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=7529602314089996643' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/7529602314089996643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/7529602314089996643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/04/guratan-penaku.html' title='Guratan Penaku'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R_QkuAJDuaI/AAAAAAAAAC8/xSntFaVYfrI/s72-c/merpati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-2012339409063803816</id><published>2008-03-25T23:03:00.006-05:00</published><updated>2008-12-10T21:38:06.238-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrahim a.s dan Ismail a.s'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='next generation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Quran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generasi Shaleh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saleh'/><title type='text'>Artikel</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R-nNEwJDuZI/AAAAAAAAAC0/DfRoYGoaFfk/s1600-h/faizan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181898327792531858" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R-nNEwJDuZI/AAAAAAAAAC0/DfRoYGoaFfk/s320/faizan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R-nL8wJDuYI/AAAAAAAAACs/B8o11xris7w/s1600-h/faizan.jpg"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Mempersiapkan Generasi Yang Shaleh di Masa Depan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Terinspirasi dari kisah Hz. Ibrahim a.s yang diperintahkan Allah Taala untuk menyembelih putra pertama beliau yaitu Hz. Ismail a.s. Setelah selama 80 tahun beliau memanjatkan doa, bermunajat kepada Allah Taala yang Ash shomad karena menghajatkan keturunan yang tak kunjung datang juga Rabbi hablii minash shoolihiin , maka Allah Taala menjawab doa beliau a.s dengan firman-Nya Fabasyarnaahu bighulaamin haliim maka Allah Taala menganugerahkan keturunan yang sholeh lagi lembut hatinya yaitu Hz. Ismail a.s. Akan tetapi di riwayatkan ketika Hz. Ismail a.s berusia kira-kira 9-10 tahun maka Allah Taala memerintahkan Hz. Ibrahim a.s untuk menyembelih putera beliau tersebut, Allah Taala mengkhabarkannya lewat mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi terjadi dialog yang sangat menarik untuk kita simak bersama antara bapak dan anak ini, yang bisa kita ambil hikmah dan ibrahnya. Hz. Ibrahim menanyakan pendapat anaknya yang sangat di cintainya tersebut tentang mimpi yang dilihatnya dengan bahasa Fanzhur maadza taraa, lalu begitu mengejutkannya jawaban yang keluar dari Ismail kecil ini dengan ungkapan Yaa abatif'al ma tu'maru satajidunii insyaAllahu minash shoobiriin. Jawaban penuh hikmah yang terlontar dari anak yang berusia masih sangat belia,wahai ayahandaku kerjakan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku menjadi orang-orang yang sabar. Ada rahasia yang luar biasa dibalik kata-kata Hz. Ismail ini yaitu keberhasilan Hz. Ibrahim dalam memberikan tarbiyat dan pendidikan kepada putra beliau a.s sejak masih anak-anak sehingga anak yang masih beliau ini rela menyerahkan lehernya untuk dikorbankan di jalan Allah Taala. So tunggu apalagi?Teladan yang terbaik sudah ada di depan mata kita, tidak inginkah keturunan kita menjadi sosok-sosok seperti Ismail a.s ini?Jangan terlambat!!Anak-anak kita yang masih berusia belia ibarat kertas yang putih bersih. Kalau kita torehkan tinta berwarna merah maka kertas itupun akan tercoret dengan warna merah, tapi kalau kita tuliskan asma Allah dengan tinta berwarna emas maka kertas itupun akan tertulis seperti itu juga. Mendidik anak untuk mengenal sang Khaliknya harus ditanamkan sejak dini atau kita semua akan menyesal karena sudah terlambat! Our next generation menjadi tanggung jawab kita semua untuk menciptakan manusia-manusia yang tidak hanya unggul dalam hal intelektualitas saja tapi moral nya pun dapat menjadi kebanggaan bagi kita semua. Mudah-mudahan keturunan kita menjadi bagian dari keshalehan (baqiyyatush shoolihiin) dan bukan menjadi bagian dari keburukan (baqiyyatus sayyiiat).Amiin Allahumma Amiin. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-2012339409063803816?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/2012339409063803816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=2012339409063803816' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/2012339409063803816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/2012339409063803816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/03/artikel.html' title='Artikel'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R-nNEwJDuZI/AAAAAAAAAC0/DfRoYGoaFfk/s72-c/faizan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-4126285248708108933</id><published>2008-03-23T23:36:00.002-05:00</published><updated>2008-03-23T23:40:57.182-05:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dampak nonton TV'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak shaleh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak dan televisi'/><title type='text'>Mom and Son</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ketika Anak Menonton Televisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;Oleh Martina Rini S. Tasmin, SPsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 18 April 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran Orangtua:&lt;br /&gt;Malu, mau marah dan jantung rasanya mau copot ketika tiba-tiba mendengar Edu berteriak "bajingan kau!!!". Entah belajar darimana, tapi rasanya kok sebagai orangtua tidak pernah mengatakan hal-hal kasar seperti itu, pembantu di rumah juga tidak ada yang bicara seperti itu, Wah jangan-jangan dari anak tetangga sebelah rumah. Aaaaaah ternyata Edu mendengarnya di televisi. Di televisi? Bukankah program tayangan Teletubbies kesayangan Edu tidak ada bahasa kasar seperti itu? Ooooooh ternyata Edu juga suka menonton telenovela bersama nenek. Aduh.... kan tidak mungkin melarang nenek menonton telenovela, jadi yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana caranya supaya Edu tidak ikutan menonton telenovela bersama nenek dan hanya menonton acara anak-anak saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran Anak:&lt;br /&gt;Aduh, Mama/Papa marah nih, gara-gara Edu tadi bilang "bajingan kau!!!". Padahal kan Edu lihat ada om jagoan ganteng di televisi bilang begitu, Edu cuman meniru saja kok. Memangnya "bajingan kau" itu apa sih? Kata mama, itu kata-kata kasar, memangnya kata-kata kasar itu apa sih? Edu kan ingin seperti om jagoan ganteng di televisi itu, banyak yang suka, banyak yang sayang, nenek dan mbak saja tiap hari harus lihat om itu, mama juga kalau di rumah lihat om itu. Tapi, Edu jadi bingung sama Mama dan Papa, kalau Edu hafal cerita-cerita film yang ada di televisi, Mama dan Papa bangga. Mama dan Papa sering bilang sama om dan tante Edu: "wah Edu pintar loh, dia bisa hafal semua cerita-cerita film televisi". Kalau Edu hafal iklan-iklan di televisi Mama dan Papa juga bangga, katanya Edu pintar, terus kalau Edu lagi menirukan iklan televisi katanya Edu lucu dan menggemaskan. Tapi kalau Edu nonton televisi terus-terusan, Mama dan Papa marah, katanya Edu malas. Padahal kalau nggak nonton kan nggak bisa hafal film dan iklan yang di televisi. Aduuuuuuh Edu jadi bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua, pernahkah anda mengalami situasi seperti di atas? Kadang-kadang marah karena anak menirukan adegan di televisi, tetapi seringkali juga memuji dan bangga kalau anak hafal dengan cerita-cerita atau iklan-iklan yang ada di televisi. Kalau dilihat sepintas sepertinya ada standard ganda di sini, walaupun sebenarnya tidak. Sebagai orangtua kita sudah tahu dengan pasti mana yang pantas dan mana yang tidak, mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga kita bisa menetapkan mana program yang boleh ditonton dan ditiru dan mana yang tidak. Orangtua juga tahu kapan menonton televisi, kapan waktu belajar. Tetapi apakah anak sudah tahu dengan pasti mengenai hal baik dan buruk tersebut, apakah anak sudah mengetahui program televisi mana saja yang diperbolehkan untuk ditonton dan apakah anak sudah menyadari benar-benar mengenai pembagian waktu? Anak mungkin bingung dan tidak mengerti, ditambah lagi kalau standard yang ditetapkan oleh orangtua berbeda dengan yang ditetapkan oleh pengasuh (termasuk dalam pengasuh adalah suster, kakek-nenek dan om-tante yang ikut serta dalam pengasuhan sehari-hari). Nah, pertanyaan kita kemudian adalah bagaimana orangtua menyikapi anak dalam menonton televisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darimana Anak Meniru Adegan Kekerasan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi, si kotak ajaib yang keberadaanya sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, seringkali menimbulkan kecemasan bagi orangtua yang anaknya masih kecil. Cemas kalau anak jadi malas belajar karena kebanyakan nonton televisi, cemas kalau anak meniru kata-kata dan adegan-adegan tertentu, cemas mata anak jadi rusak (minus), dan cemas anak menjadi lebih agresif karena terpengaruh banyaknya adegan kekerasan di televisi. Namun demikian harus diakui bahwa kebutuhan untuk mendapatkan hiburan, pengetahuan dan informasi secara mudah melalui televisi juga tidak dapat dihindarkan. Televisi, selain selalu tersedia dan amat mudah diakses, juga menyuguhkan banyak sekali pilihan, ada sederet acara dari tiap stasiun televisi, tinggal bagaimana pemirsa memilih acara yang dibutuhkan, disukai dan sesuai dengan selera. Sehingga walaupun semua orang mungkin sudah tahu akan dampak negatif yang bisa ditimbulkannya, keberadaan televisi tetap saja dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan orangtua terhadap dampak menonton televisi bagi anak-anak memang sangat beralasan, mengingat bahwa banyak penelitian menunjukkan televisi memang memiliki banyak pengaruh baik negatif maupun positif. Misalnya penelitian yang dilakukan Liebert dan Baron, menunjukkan hasil: anak yang menonton program televisi yang menampilkan adegan kekerasan memiliki keinginan lebih untuk berbuat kekerasan terhadap anak lain, dibandingkan dengan anak yang menonton program netral (tidak mengandung unsur kekerasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak banyak orang dewasa, film-film kartun dan film-film robot dianggap merupakan film anak-anak dan cocok dikonsumsi oleh mereka karena format penyajiannya disesuaikan dengan perkembangan anak-anak. Benarkah demikian? Jawabnya tidak semua film-film tersebut cocok dikonsumsi anak-anak. Contohnya Bart Simpson dan Crayon Sinchan yang cukup populer di Indonesia, sebenarnya tidak cocok untuk anak-anak, karena bercerita dalam bahasa yang kasar dan tingkah laku urakan. Tetapi diawal kemunculannya, orangtua membiarkan kedua film tersebut ditonton oleh anak-anak karena format penyajian dan jam tayangnya yang pas dengan waktu anak menonton televisi. Setelah berjalan beberapa lama barulah orangtua menyadari kalau tontonan tersebut tidak cocok dan ramai-ramai mengajukan protes kepada stasiun televisi. Akhirnya kemudian film tersebut diberi keterangan bukan untuk konsumsi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau lebih teliti, sebenarnya banyak film "anak-anak" yang justru menampilkan adegan kekerasan dan kata-kata yang kasar (meski tidak sekasar film dewasa sih), walaupun banyak juga terdapat adegan-adegan kebaikan (karena biasanya film-film tersebut bercerita tentang pertentangan antara kebaikan dan kejahatan). Contoh film-film yang memiliki kedua unsur tersebut adalah film Popeye the Sailor Man, Batman &amp;amp; Robin, Power Puff Girls, Power Ranger dan Saras 008. Film-film ini sangat populer di dalam dunia anak-anak kita sehingga seringkali menjadi model yang ditiru oleh anak-anak. Meskipun mengandung adegan kekerasan, namun film-film ini sepertinya tidak menimbulkan kecemasan bagi orangtua, karena para orangtua sampai sekarang merasa aman meninggalkan anak-anak ketika menonton film-film ini. Sementara itu kalau ada film dewasa, baik yang menampilkan adegan kekerasan maupun tidak, anak-anak seringkali tidak diperbolehkan menonton. Hal ini sudah menunjukkan standard ganda yang diberikan orangtua kepada anak. Adegan kekerasan dalam film dewasa tidak boleh ditonton, tetapi adegan kekerasan dalam film anak-anak boleh ditonton, jadi kekerasan boleh atau tidak? Lalu apakah tidak ada kemungkinan bahwa anak justru dapat juga meniru adegan kekerasan atau kata-kata kasar yang ada dalam film-film tersebut karena mereka melihat bahwa orangtua membiarkan mereka menonton film tersebut dengan bebas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Sebaiknya Dilakukan Orangtua ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa sangatlah sulit (bahkan tidak mungkin) bagi orangtua untuk menjauhkan anak dari televisi, maka ada baiknya orangtua melakukan beberapa hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampingi anak ketika menonton dan beri penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya daripada orangtua tiba-tiba mengomel ataupun memuji anak, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memberi pengertian dan mendampingi anak ketika menonton televisi. Jika anak bertanya jawablah pertanyaan tersebut dengan rinci dan sesuai dengan perkembangan anak. Banyak hal yang belum diketahui oleh seorang anak, oleh karena itu kalau tidak ada yang memberi tahu ia akan mencari sendiri dengan mencoba-coba dan meniru dari orang dewasa. Apakah hasil percobaan maupun peniruannya benar atau salah, anak mungkin tidak tahu. Di sinilah tugas orangtua untuk selalu memberi pengertian kepada anak, secara konsisten. Kebingungan anak karena standar ganda yang diterapkan orangtua juga bisa teratasi kalau orangtua memberi penjelasan kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat jadwal kegiatan anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak juga perlu diajarkan bahwa ada waktu tersendiri untuk setiap kegiatan-kegiatannya. Atur waktu yang jelas, kapan menonton televisi, kapan belajar dan kapan bermain. Walaupun anak sudah relaks dengan menonton televisi, anak tetap butuh waktu untuk bermain. Televisi mengkondisikan anak menjadi pasif, hanya menerima dan menyerap informasi dengan posisi tubuh yang juga pasif (cukup dengan duduk), karena itu anak tetap perlu waktu untuk bermain (terutama bermain dengan anak-anak lain) supaya mereka tetap aktif dan mampu bersosialisasi. Mereka tetap butuh waktu untuk berlari-larian, mengobrol dengan teman-teman dan bermain dengan mainan. Pengaturan waktu bisa mengkondisikan anak untuk selalu menonton televisi dengan didampingi orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi program tayangan televisi yang cocok untuk anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun tidak sempat mendampingi anak, orangtua sebaiknya menyeleksi program televisi mana yang benar-benar cocok untuk anak. Sebelum anak diijinkan untuk menonton program televisi tertentu, orangtua sudah mengetahui program tersebut cocok atau tidak untuk anak, jadi orangtua sudah pernah terlebih dulu menonton program tersebut dan melakukan evaluasi. Jangan sampai terjadi lagi kasus Crayon Sinchan. Untuk melakukan hal ini tentu saja dibutuhkan kesabaran dan pengorbanan dari orangtua, untuk sementara orangtua harus mengorbankan kesenangannya sendiri menonton televisi demi mencari-cari dan menyeleksi program televisi yang cocok untuk anak tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun kerjasama dengan seluruh anggota keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah kerjasama dengan seluruh anggota keluarga, karena kerja sama dari seluruh anggota keluarga (termasuk pengasuh) sangat diperlukan. Pastikan bahwa seluruh keluarga memiliki pengertian yang sama mengenai anak dan masalah televisi tersebut. Berikan pengertian kepada anggota keluarga bahwa bagaimanapun juga mereka kadang-kadang harus mengorbankan kesenangan mereka demi kebaikan sang anak. Jangan sampai standard yang sudah diterapkan orangtua terhadap anak, ternyata tidak diterapkan oleh anggota keluarga lainnya ketika orangtua tidak ada ditempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsisten dalam bertindak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua dan pengasuh perlu untuk selalu bertindak secara konsisten dan tidak bosan-bosannya dalam memberikan pengertian kepada anak, sehingga anak tahu dengan jelas mana yang boleh mana yang tidak, mana yang baik dan mana yang buruk. Oke.....semoga bermanfaat (jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.e-psikologi.com/anak/180402.htm &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-4126285248708108933?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/4126285248708108933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=4126285248708108933' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/4126285248708108933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/4126285248708108933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/03/mom-and-son.html' title='Mom and Son'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-143268523189034465</id><published>2008-03-23T23:05:00.003-05:00</published><updated>2008-12-10T21:38:06.604-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak shaleh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nice boy'/><title type='text'>My Album</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R-crxQJDuXI/AAAAAAAAACk/ywl2rtV8gcQ/s1600-h/P1010080.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181158021459589490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R-crxQJDuXI/AAAAAAAAACk/ywl2rtV8gcQ/s320/P1010080.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#00cccc;"&gt; Hati-hati ya nak..awas jatuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R-cqHQJDuWI/AAAAAAAAACc/poOrU8gzoeY/s1600-h/P1010082.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181156200393455970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R-cqHQJDuWI/AAAAAAAAACc/poOrU8gzoeY/s320/P1010082.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#00cccc;"&gt;Senang rasanya..my son sudah bisa jalan pas ketika dia usia 1 th. Be a nice son ya..Amiin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-143268523189034465?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/143268523189034465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=143268523189034465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/143268523189034465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/143268523189034465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/03/my-album.html' title='My Album'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R-crxQJDuXI/AAAAAAAAACk/ywl2rtV8gcQ/s72-c/P1010080.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-1568399569805376769</id><published>2008-02-14T17:13:00.003-06:00</published><updated>2008-12-10T21:38:07.039-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Food Corner'/><title type='text'>Menu Update</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R7TLydz30XI/AAAAAAAAABs/3IAvEp1eOKg/s1600-h/sweetheartcake.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166978740356895090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R7TLydz30XI/AAAAAAAAABs/3IAvEp1eOKg/s320/sweetheartcake.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Resep Valentine - My Sweet Heart Brownies&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Resep Valentine - Resep Valentine&lt;br /&gt;Wednesday, 13 February 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by : Odilia Winneke - detikfood&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100 g tepung terigu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 g cokelat bubuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/4 sdt soda kue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100 g gula palem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50 g gula pasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 butir telur ayam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 sdm minyak sayur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;125 g sour cream (krim asam) low fat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60 g dark cooking chocolate, lelehkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60 g dark cooking chocolate, cincang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan loyang bentuk hati 18 cm atau 20 m. Semir mentega dan taburi sedikit tepung terigu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayak tepung terigu, cokelat dan soda kue jadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kocok gula, telur, krim asam dan minyak sayur hingga rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahkan cokelat leleh, kocok rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukkan campuran terigu, aduk hingga rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuang ke dalam loyang, ratakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taburi cokelat cincang. Panggang dalam ovenpanas 180C selama 35 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkat, dinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk 12 potong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.detikfood.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/12/time/100936/idnews/892410/idkanal/361 &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-1568399569805376769?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/1568399569805376769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=1568399569805376769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/1568399569805376769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/1568399569805376769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/02/menu-update_14.html' title='Menu Update'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R7TLydz30XI/AAAAAAAAABs/3IAvEp1eOKg/s72-c/sweetheartcake.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-764426306815697734</id><published>2008-02-11T03:15:00.000-06:00</published><updated>2008-12-10T21:38:07.198-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu dan anak'/><title type='text'>Mother's Room</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R7AVOdz30VI/AAAAAAAAABc/yaMU477Wx9A/s1600-h/ibu+dan+bayinya.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165652110858506578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R7AVOdz30VI/AAAAAAAAABc/yaMU477Wx9A/s320/ibu+dan+bayinya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Metode Kanguru&lt;br /&gt;untuk Merawat Bayi Prematur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu ingat bagaimana kanguru menggendong anaknya? Ternyata pola asuh kanguru untuk merawat anaknya dapat diterapkan untuk merawat bayi yang lahir dengan berat badan rendah.&lt;br /&gt;Kenapa harus memakai cara ini? Karena metode kanguru mampu memenuhi kebutuhan asasi bayi berat lahir rendah dengan menyediakan situasi dan kondisi yang mirip dengan rahim ibu, sehinggga memberi peluang untuk dapat beradaptasi baik dengan dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa saja keuntungan menggunakan metode kanguru untuk perawatan bayi? Ternyata banyak lho, antara lain:&lt;br /&gt;1 Meningkatkan hubungan emosi ibu–anak&lt;br /&gt;2 Mengurangi lama menangis pada bayi&lt;br /&gt;3 Menstabilkan suhu tubuh, denyut jantung dan pernafasan bayi&lt;br /&gt;4 Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi dengan lebih baik&lt;br /&gt;5 Memperbaiki keadaan emosi ibu dan bayi&lt;br /&gt;6 Meningkatkan produksi ASI&lt;br /&gt;7 Menurunkan resiko terinfeksi selama perawatan di rumah sakit&lt;br /&gt;8 Mempersingkat masa rawat di rumah sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kriteria bayi yang mesti dirawat dengan metode kanguru?&lt;br /&gt;1 Bayi dengan berat badan kurang atau sama dengan 2.000 gram atau 2 kg&lt;br /&gt;2 Tidak ada kelainan atau penyakit yang menyertai&lt;br /&gt;3 Perkembangan di inkubator baik&lt;br /&gt;4 Refleks dan kordinasi isap dan menelan yang baik&lt;br /&gt;5 Kesiapan dan keikutsertaan orang tua, sangat mendukung dalam keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara melakukan metode kanguru?&lt;br /&gt;1 Beri bayi pakaian, topi, popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan lebih dahulu&lt;br /&gt;2 Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah tepat posisinya di dada ibu. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak sedikit mendongak.&lt;br /&gt;3 Bisa juga dilakukan dengan cara ibu mengenakan baju lebih besar kemudian bayi diletakkan di antara payudara, baju ditangkupkan, kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak terjatuh.&lt;br /&gt;4 Bila baju ibu tidak dapat menyokong bayi , dapat digunakan handuk atau kain lebar yang elastik atau kantong yang dibuat sedemikian untuk menjaga tubuh bayi.&lt;br /&gt;5 Ibu dapat beraktivitas dengan bebas, walau berdiri, duduk, jalan, makan dan mengobrol. Pada waktu tidur , posisi ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan beberapa bantal di belakang punggung ibu.&lt;br /&gt;6 Bila ibu perlu istirahat, dapat digantikan oleh ayah atau orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.hanyawanita.com/_mother_child/parenting/article.php?article_id=5434 &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-764426306815697734?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/764426306815697734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=764426306815697734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/764426306815697734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/764426306815697734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/02/mothers-room.html' title='Mother&apos;s Room'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R7AVOdz30VI/AAAAAAAAABc/yaMU477Wx9A/s72-c/ibu+dan+bayinya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-999774168830145443</id><published>2008-02-05T00:00:00.000-06:00</published><updated>2008-02-05T00:22:46.614-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku dan menjahit'/><title type='text'>Hobi</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;AKU DAN MENJAHIT &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya tulisan ini sudah lama aku persiapkan. Tapi untuk meng-uploadnya ke dalam blog saya, saya masih ragu-ragu. Mungkin anda akan bertanya: “Kenapa begitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya starting point yang saya ambil bukan starting point beneran, tapi yang di tengah-tengah. Untuk memulai dengan starting point beneran aku terpaksa harus lama mempertimbangkannya. Bisa-bisa aku ditertawakan pembaca, karena mereka pasti akan berkomentar: “Oh rupanya pak dokter waktu kecil kaga beda dengan anak gelandangan ya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa, tadi malam tiba-tiba terlintas di benak saya akan isi sumpah yang harus diikrarkan seorang saksi di pengadilan negara Paman Sam, yaitu “to tell the truth, the whole truth, and nothing but the truth!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalo saya cuma “tell the truth, but only part of the truth” dan ketauan pembaca, mereka pasti bakal sebel dan ogah membuka blog saya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi terpaksa saya bercerita secara terus terang tentang hobi menjahit saya secara menyeluruh, mulai dari awalnya, tanpa ada yang disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, beginilah awal mula ceritanya. Tapi janji kaga bakal ngetawain ya!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu masih di Lagere School, baju saya cuma ada 3 pasang. Jadi terpaksa setiap pasang dipake selama 2 hari berturut-turut. Ya untuk sekolah, ya untuk maen, ya untuk tidur. Waktu itu tak ada aturan untuk pake baju seragam. Tapi mungkin ada hikmahnya, sehingga kalo terjadi perselisihan antara seorang murid dari satu sekolah dengan murid dari sekolah lain, maka perkelahian yang bisa terjadi adalah “each man (atau each child?) for himself”. Tidak pernah ada tawuran masal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, kok jadi menyimpang dari pokok persoalan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pola pemakaian seperti itu, tidak mengherankan apabila pakaian saya cepat aus. Begitu ada yang robek, ibu saya memperbaikinya dengan cara menisiknya. Tak pernah terlintas di benak saya untuk minta dibeliin baju baru. Tapi karena ibu saya hampir selalu sibuk membuat kue kering untuk dijual, aku tidak mau mengganggunya untuk hal-hal yang sepele. Jadi setiap ada robekan lagi, saya tisik sendiri. Hasilnya cukup lumayan, meskipun tak pernah serapih tisikan ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah perkenalan pertama saya dengan benang dan jarum jahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pertama kali bertugas di daerah Sumatra Utara, saya dan istri saya menyempatkan diri untuk membeli mesin jahit Singer yang paling sederhana di Medan. Tidak terfikir untuk membeli yang lebih canggih, karena selain cuma untuk menjahit gorden dan seprei doang, juga karena nang hadong hepeng (bagi yang kaga ngerti, artinya: kaga punya duit!). Si mesin jahit itu hanya dipakai oleh istri saya, karena waktu itu saya merasa masih ‘ga ada kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keadaan ini berubah ketika pada tahun 1977 saya ditugaskan untuk meraih gelar MSc. di London School of Hygiene and Tropical Medicine yang biasa disingkat sebagai LSHTM. Bukan untuk mendalami Tropical Medicine, tapi untuk Occupational Hygiene yang sebetulnya dikhususkan bagi sarjana teknik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Sabtu saya jalan-jalan di sekitar rumah pondokan saya di daerah Edgeware. Tiba-tiba perhatian saya tertarik pada outlet Singer setempat yang memasang reklame tentang produk barunya bernama Singer Futura, sebuah mesin jahit yang fully computerized. Harganya sih cukup tinggi yaitu ₤ 489,95 yang waktu itu hampir setara US $ 1.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berfikir sejenak apa saya dapat menyisihkan dana sebesar itu, saya putuskan untuk membelinya. Kan lumayan buat oleh-oleh untuk istri saya yang ketika itu tetap tinggal di tanah air dan mengurus ketiga anak saya yang masih kecil-kecil (yang paling kecil baru berumur 1 bulan ketika aku berangkat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu berlalu dan mesin jahit itu masih tetap berada dalam kemasannya. Meski pelajaran yang saya ikuti cukup asing bagi saya yang cuma bergelar dokter, tapi masih ada juga waktu yang terluang. Oleh karena itu timbul gagasan untuk memanfaatkan mesin jahit tersebut. But how?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman menjahit cuma dengan jarum dan benang doang! Selebihnya di kamar operasi. Tapi di kamar operasi kan kaga pake mesin jahit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya tiba ketika di sebuah Departement Store di pusat kota London ada tempat penjualan bahan pakaian dan pola pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng ku hampiri nenek-nenek yang bertugas di bagian penjualannya. Dengan ramah si nenek memperlihatkan pola baju apa yang ada. Rupanya persediaannya sangat lengkap. Mau pola baju apa saja ada. Baik untuk anak-anak maupun dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku putuskan untuk membeli pola pantalon dan kemeja sesuai ukuran badan saya. Tak lupa juga untuk membeli gunting, kain yang diperlukan serta benangnya. Si nenek mengingatkan saya bahwa saya juga perlu membeli zipper, kancing serta alat untuk membelah lubang kancing. Setelah semua saya bayar secara cash, dengan sabar si nenek menjelaskan tentang cara memotong kain dan cara menjahitnya yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika saya mau beranjak pulang, si nenek memanggil saya kembali. Dia minta maaf bahwa dia lupa mengingatkan saya untuk juga membeli kain keras untuk melapisi bagian-bagian tertentu dari baju dan pantalon. Karena dia merupakan sales person yang sangat baik, saya membeli 2 meter kain keras, meskipun menurut dia 1 meter saja lebih dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di rumah, mulailah saya menggunting bahan pantalon. Setelah tahap itu rampung, aku mulai menjahitnya. Karena “sok teu” tidak membaca petunjuk menjahitnya, terpaksa beberapa jahitan saya dedel kembali. Setelah mempelajari kembali petunjuknya, saya jahit kembali. Kali ini sesuai petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian selesailah eksperimen pertama saya membuat pantalon. Setelah dicuci dan diseterika, pantalon itu saya kenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di sekolah, kawan karib saya, seorang sarjana teknik berkebangsaan Iran, menyapa saya. Sejak awal saya sudah bisa menerka kebangsaannya karena tampangnya mirip sekali dengan Syah Pahlevi. Nama panggilannya di sekolah adalah Zargari, meskipun nama lengkapnya Godratullah Zargari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu melihat pantalon saya dia berkata: “What a nice pair of pants you have on. Tell me, where did you buy it?” Saya jelaskan bahwa saya membuatnya sendiri. Mendengar itu dia berkata: “Oh no! I cannot believe it! Tell me, is it really true?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya bisa meyakinkan bahwa ini betul-betul kreasi sendiri dia bertanya: “Can you make one for me? Of course, I’ll buy the nescessary materials.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seusai kuliah kami berdua menuju ke Departement Store tempat saya belanja sebelumnya. Karena letaknya tak jauh dari LSHTM, kami cukup berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana dia milih bahan berwarna coklat muda, warna kesukaannya, benang dengan warna yang sesuai dan zipper. Juga pola pantalon sesuai ukuran badannya. Yang lain tidak perlu, karena persediaan saya masih cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari kemudian pantalonnya selesai dijahit, dicuci dan diseterika. Ketika Zargari ku serahkan pantalon pesanannya dia berkata: “You are a good friend indeed! Thank you very much! I’ll show it to my wife when she arrives in London.” Aku cuma bisa menjawab: “I’m glad that a friend of mine is happy!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian maka persahatan saya sama Zargari bertambah erat. Setelah istrinya datang ke London, aku sempat membuatkannya kaftan dari batik. Sayang setelah kami masing-masing kembali ke tanah air, kontak dengan dia terputus, karena timbul pergolakan di Iran untuk menurunkan Syah Pahlevi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di London aku sempat juga membuat jas, yang terus terang hasilnya kurang memuaskan. Sebelum kembali ke tanah air, aku memborong berbagai pola pakaian untuk anak-anak saya dan juga pola baju buat istri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di tanah air, saya membuat bermacam-macam pakaian buat anak-anak saya. Sayangnya hingga kini aku tak pernah membuat pakaian untuk istri saya selain beberapa kaftan. Soalnya membuat pakaian untuk perempuan dewasa teramat rumit. Menyerah deh aku. Untungnya istri saya tidak pernah mengomel. At least not verbally, tapi dalam hatinya mungkin juga dia kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 5 tahun dipergunakan, si Singer Futura mulai ngadat. Pusat Singer di Jakarta tidak sanggup memperbaikinya. Karena masa garansi berlaku selama 10 tahun, maka saya disarankan untuk menghubungi Singer Australia. Setelah memahami permasalahan yang saya uraikan dalam surat saya (waktu itu belum ada e-mail), Singer Australia secara gratis mengirimkan komponen yang harus diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Singer Jakarta angkat tangan untuk memasang komponen tersebut. Jadi terpaksa saya sendiri yang harus memasangnya. Alhasil,hidup kembalilah Singer Futura kesayangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1997 gelang karet penggeraknya putus. Dicari kemana-mana tak ada penggantinya. Singer Australia dan Inggris yang saya hubungi via e-mail, menyatakan bahwa produk tersebut sudah tidak diproduksi lagi dan komponennya tidak ada lagi dalam persediaan. Maklum ketika itu produk tersebut dilaunce sekitar 20 tahun lalu. Terpaksa saya beli mesin jahit baru. Kembali aku pilih yang bermerk Singer. Yang ku pilih adalah tipe Sigma yang memiliki features yang cukup lengkap untuk kebutuhan saya, meski tidak se-sophisticated Singer Futura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku sudah lama pensiun. Waktu yang terluang juga makin banyak. Anak-anak pun semua sudah berkeluarga. Jadi tinggal giliran cucu-cucu sayalah yang kini ku buatkan baju baru. Sayangnya untuk memperoleh kain buat pakaian anak-anak agak sukar di Jakarta. Jadi baru kalau ke Bandung ku sempatkan untuk membelinya. Corak yang tersedia juga terbatas, sehingga terpaksa membuat baju yang coraknya serupa untuk cucu-cucu saya yang jumlahnya ada empat dan semuanya perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pengalaman saya tentang jahit menjahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi: “Please, …… tolong! Aku mohon sangat! Bagian awalnya jangan dibaca berulang kali!”&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Dr. Margono M. Amir's Site &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-999774168830145443?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/999774168830145443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=999774168830145443' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/999774168830145443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/999774168830145443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/02/hobi.html' title='Hobi'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-4472567635184829131</id><published>2008-02-04T23:33:00.001-06:00</published><updated>2008-12-10T21:38:08.047-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Food Corner'/><title type='text'>Menu Update</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R6f1xxUf7EI/AAAAAAAAABA/6VOS5S5T8JE/s1600-h/eskrim1.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163365733205273666" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R6f1xxUf7EI/AAAAAAAAABA/6VOS5S5T8JE/s320/eskrim1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Es krim - Resep Minuman - Eggless Mocca Ice Cream &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resep Minuman - Resep Es Krim&lt;br /&gt;Saturday, 19 May 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggless Mocca Ice Cream&lt;br /&gt;(Source: Santap magazine, modified byPenny)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan - Bahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;250 ml air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 sdt agar-agar bubuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;150 g gula pasir (original recipe: 200 g)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;500 ml susu cair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 sdm cokelat bubuk, larutkan dalam 4 sdm air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 sdt kopi bubuk instan, larutkan dalam 2 sdm air panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;250 ml krim kental (whipping cream)&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara Pembuatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rebus air, agar-agar dan gula sampai mendidih dan larut. Masukkan susu, coklat bubuk dan kopi. Rebus sambil diaduk sampai mendidih. Dinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuang adonan ke dalam kontainer plastik atau stainless steel. Bekukan dalam freezer sampai mengental (2 jam). Keluarkan, kocok dengan mikser atau blender sampai lembut. Bekukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kocok krim kental sampai mengembang dan membentuk puncak tumpul. Simpan dalam lemari es sampai saat digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah adonan es krim membeku lagi, keluarkan dan kocok lagi sampai lembut. Campurkan krim kocok dalam 3 tahapan ke dalam es krim yang telah dilembutkan, aduk balik hingga rata. Bekukan untuk terakhir kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum disajikan, keluarkan dulu dan simpan di dalam lemari es agar lembut dan mudah disekop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dari pennylanekitchen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan Koleksi Resep Masakan Terbaru Lainnya dapat Anda dapatkan di http://www.ResepMasakanKu.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-4472567635184829131?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/4472567635184829131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=4472567635184829131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/4472567635184829131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/4472567635184829131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/02/menu-update.html' title='Menu Update'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bZt3Dqt-x_E/R6f1xxUf7EI/AAAAAAAAABA/6VOS5S5T8JE/s72-c/eskrim1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-2462243251291596653</id><published>2008-02-04T22:59:00.000-06:00</published><updated>2008-02-04T23:02:58.809-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aisyah R.a'/><title type='text'>Kisah Teladan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aisyah R.a binti Abu Bakar R.a&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari indah bersama kekasih Allah dilalui dengan singkatnya ketabahan menghiasi kesendiriannya guru besar bagi kaumnya pendidikan kekasih Allah telah menempanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah putri Abu Bakar Ash-Shiddiq , yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka memanggilnya “Humaira”. ‘Aisyah binti Abu Bakar Abdullah bin Abi Khafafah berasal dari keturunan mulia suku Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika umur 6 tahun, gadis cerdas ini dipersunting oleh manusia termulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan perintah Allah melalui wahyu dalam mimpi beliau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisahkan mimpi beliau kepada ‘Aisyah :”Aku melihatmu dalam mimpiku selama tiga malam, ketika itu datang bersamamu malaikat yang berkata : ini adalah istrimu. Lalu aku singkap tirai yang menyembunyikan wajahmu , lalu aku berkata sesungguhnya hal itu telah ditetapkan di sisi Allah.” (Muttafaqun ‘alaihi dari 'Aisyah radilayallahu 'anha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah radhiyallahu ‘anha memulai hari-harinya bersama Rasulullah sejak berumur 9 tahun. Mereka mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang diliputi suasana Nubuwwah. Rumah kecil yang disamping masjid itu memancarkan kedamaian dan kebahagiaan walaupun tanpa permadani indah dan gemerlap lampu yang hanyalah tikar kulit bersih sabut dan lentera kecil berminyak samin (minyak hewan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah kecil itu terpancar pada diri Ummul Mukminin teladan yang baik bagi istri dan ibu karena ketataatannya pada Allah, rasul dan suaminya. Kepandaian dan kecerdasannya dalam mendampingi suaminya, menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintainya. Aisyah menghibur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintainya. Aisyah menghibur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sedih, menjaga kehormatan diri dan harta suami tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berda’wah di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha juga melalui hari-harinya dengan siraman ilmu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga ribuan hadist beliau hafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha juga ahli dalam ilmu faraid (warisan dan ilmu obat-obatan). Urmah bin Jubair putra Asma binti Abu Bakar bertanya kepada Aisya radhiyallahu ‘anha :” Wahai bibi, dari mana bibi mempelajari ilmu kesehatan?.” Aisyah menjawab :”Ketika aku sakit, orang lain mengobatiku, dan ketika orang lain sakit aku pun mengobatinya dengan sesuatu. Selain itu, aku mendengar dari orang lain, lalu aku menghafalnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keahliannya itu, Aisyah juga seorang wanita yang menjaga kesuciannya. Seperti kisah beliau sepulang dari perang Hunain, yang dikenal dengan haditsul ifqi. Ketika mendekati kota Madinah, beliau kehilangan perhiasan yang dipinjam dari Asma. Lalu dia turun untuk mencari perhiasan itu. Rombongan Rasulullah dan para sahabatnya berangkat tanpa menyadari bahwa Aisyah tertinggal. Aisyah menanti jemputan, dan tiba-tiba datanglah Sufyan bin Muathal seorang tentara penyapu ranjau. Melihat demikian, Sufyan menyabut Asma Allah lalu Sufyan turun dan mendudukkan kendaraanya tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya kemudian Aisyah naik kendaraan tersebut dan Sufyan menuntun kendaraan tersebut dengan berjalan kaki. Dari kejadian ini, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya menyebarkan kabar bohong untuk memfitnah ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha. Fitnah ini menimbulkan goncangan dalam rumah tangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi Allah yang Maha Tahu berkehendak menyingkap berita bohong tersebut serta mensucikan beliau dalam Al-Qur’anul Karim dalam surat An-Nur ayat 11-23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kelebihan beliau yang lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih untuk dirawat di rumah Aisyah dalam sakit menjelang wafatnya. Hingga akhirnya Rasulullah wafat di pangkuan Aisyah dan dimakamkan dirumahnya tanpa meninggalkan harta sedikitpun. Ketika itu Aisyah radhiyallahu ‘anha berusia 18 tahun. Sepeninggal Rasulullah, Aisyah mengisi hari-harinya dengan mengajarkan Al-Qur’an dan Hadits dibalik hijab bagi kaum laki-laki pada masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesederhanaannya, beliau juga menghabiskan hari-harinya dengan ibadah kepada Allah, seperti puasa Daud. Kesederhanaan juga nampak ketika kaum muslimin mendapatkan kekayaan dunia, beliau mendapatkan 100.000 dirham. Saat itu beliau berpuasa, tetapi uang itu semua disedekahkan tanpa sisa sedikitpun. Pembantu wanitanya mengingatkan beliau :”Tentunya dengan uang itu anda bisa membeli daging 1 dirham buat berbuka?” Aisyah menjawab : ”Andai kamu mengatakannya tadi, tentu kuperbuat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah beliau yang tidak gelisah dengan kefakiran dan tidak menyalahgunakan kekayaan kezuhudannya terhadap dunia menambah kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowwab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari Majalah Salafy bagian Muslimah, judul asli "Aisyah Radiyallahu 'anha, Humaira", Edisi XV/Dzulqa’idah/1417/1997)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-2462243251291596653?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/2462243251291596653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=2462243251291596653' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/2462243251291596653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/2462243251291596653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/02/kisah-teladan.html' title='Kisah Teladan'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-9098184920533206442</id><published>2008-02-04T20:43:00.000-06:00</published><updated>2008-02-04T20:45:40.802-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perlukah formalisasi agama?'/><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Adakah Sistem Islami? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab suci Al-Quran disebutkan: "masuklah kalian ke dalam Islam (kedamaian) secara penuh (udkhulu fi al-silmi kaffah)" (QS al-Baqarah [2]:208)1. Di sinilah terletak perbedaan pendapat sangat fundamental diantara kaum muslimin. Kalau kata "al-silmi" diterjemahkan menjadi kata Islam, dengan sendirinya harus ada sebuah entitas Islam formal, dengan keharusan menciptakan sistem yang Islami. Sedangkan mereka yang menterjemahkan kata tersebut dengan kata sifat kedamaian, menunjuk pada sebuah entitas universal, yang tidak perlu dijabarkan oleh sebuah sistem tertentu, termasuk sistem Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang terbiasa dengan formalisasi, tentu digunakan penterjemahan kata al-silmi itu dengan kata Islami, dan dengan demikian mereka terikat kepada sebuah sistem yang dianggap mewakili keseluruhan perwujudan ajaran Islam dalam kehidupan sebagai ssuatu yang biasa dan lumrah. Hal ini membawakan implikasi adanya keperluan akan sebuah sistem yang dapat mewakili keseluruhan aspirasi kaum muslimin. Karena itu dapat dimengerti mengapa ada yang menganggap penting perwujudan "partai politik Islam" dalam kehidupan berpolitik. Tentu saja, demokrasi mengajarkan kita untuk menghormati eksistensi parpol-parpol Islam, tetapi ini tidak berarti keharusan untuk mengikuti mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak kita juga harus menghormati hak mereka yang justru mempertanyakan kehadiran sistem Islami tersebut, yang secara otomatis akan membuat mereka yang tidak beragama Islam sebagai warga dunia yang kalah dari kaum muslimin. Ini juga berarti, bahwa dalam kerangka kenegaraan sebuah bangsa, sebuah sistem Islami otomatis membuat warga negara non-muslim berada di bawah kedudukan warga negara beragama Islam, alias menjadi warga negara kelas dua. Ini patut dipersoalkan, karena juga akan berdampak pada kaum muslimin yang tidak menjalankan ajaran Islam secara penuh. Kaum muslimin seperti ini, sering disebut muslim nominal atau abangan-,tentu akan dinilai kurang Islami jika dibandingkan dengan mereka yang menjadi anggota/warga partai/organisasi yang menjalankan ajaran Islam secara penuh, yang juga sering dikenal dengan nama "kaum santri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terdapat pendapat tentang perlunya sebuah sistem Islami, mengapa lalu ada ketentuan-ketentuan non-organisatoris yang harus diterapkan di antara kaum muslimin oleh kitab suci al-Quran? Sebuah ayat menyatakan adanya lima syarat untuk dianggap sebagai "muslim yang baik", sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di kitab suci al-Quran, yaitu menerima prinsip-prinsip keimanan, menjalankan ajaran (rukun) Islam secara utuh, menolong mereka yang memerlukan pertolongan (sanak saudara, anak yatim, kaum miskin dab sebagainya) menegakkan profesionalisme dan bersikap sabar ketika menghadapi cobaan dan kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan kepada profesi itu, digambarkan oleh kitab suci al-Quran dengan istilah "mereka yang memenuhi janji yang mereka berikan" (wa al-mufuna bi'ahdihim idza 'ahadu) (QS al-Baqarah [2]:177). Adakah janji yang lebih nilainya daripada janji kepada profesi masing-masing, yang disampaikan ketika membacakan janji prasetia pada waktu menerima sebuah jabatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kelima syarat di atas dilaksanakan oleh seorang muslim, tanpa menerima adanya sebuah sistem Islami, dengan sendirinya tidak diperlukan lagi sebuah kerangka sistemik menurut ajaran Islam. Dengan demikian, mewujudkan sebuah sistem Islami tidak termasuk syarat bagi seseorang untuk dianggap "muslim yang taat". Ini menjadi titik sengketa yang sangat penting, karena banyak tempat telah tumbuh paham yang tidak memntingkan arti sitem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika NU (Nahdlatul Ulama) menyatakan deklarasi berdirinya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), tanpa menyebutkan bahwa partai tersebut adalah partai Islam, penulis dihujani kritik tajam selama berbulan-bulan dari mereka yang menginginkan partai tersebut dinyatakan sebagai partai Islam. Ini dilakukan oleh mereka yang tidak menyadari, bahwa NU sejak semula telah menerima kehadiran upaya berbeda-beda dalam sebuah negara atau kehidupan sebuah bangsa dan tidak mau terjebak dalam tasyis an-nushus al-muqaddasah (politisasi terhadap teks keagamaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin, muktamar harus menjawab sebuah pertanyaan: wajibkah bagi kaum muslimin mempertahankan kawasan yang waktu itu bernama Hindia Belanda (sekarang Indonesia) yang diperintah oleh orang-orang non-muslim (para kolonialis Belanda)? Jawab muktamar saat itu; wajib. Karena di kawasan tersebut, yang dikemudian hari bernama Indonesia, ajaran Islam dapat dipratekkan dalam kehidupan sehari-hari oleh warga bangsa secara bebas, dan dahulu ada kerajaan-kerajaan Islam di kawasan itu. Dengan demikian, tidak harus dibuat sistem Islam, dan dihargai perbedaan cara dan pendapat diantara kaum muslimin di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diktum Muktamar NU di Banjarmasin tersebut, memungkinkan dukungan pimpinan NU kepada mendiang Presiden Soekarno dan Hatta untuk memimpin bangsa ini. Demikian pula, pembentukan badan-badan formal Islam bukanlah satu-satunya medium bagi perjuangan Islam untuk menerapkan ajaran di bumi nusantara. NU yang resminya sebagai organisasi kemasyarakatan Islam dan bukannya lembaga politik, dapat saja menyalurkan aspirasinya tentang pelaksanaan ajaran Islam di kawasan tersebut melalui Golkar (Golongan Karya) yang bukan sebagai organisasi Islam resmi. Perbedaan jalan perjuangan antara yang menganut paham lembaga Islam sebagai sistem di satu pihak, dan mereka yang tidak ingin melaksanakan perjuangan melalui jalur-jalur resmi Islam, dihargai dan diterima oleh para pendukung Ibn Taimiyah beberapa abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan adagium yang dikenal Islam; "Tiada Islam tanpa kelompok, tiada kelompok tanpa kepemimpinan, dan tiada kepemimpinan tanpa ketundukkan"(La Islama illa bi Jama'ah wala Jama'ata illa bi Imarah wala Imarata illa bi Tha'ah). Bukankah ini sudah menunjukkan adanya sebuah sistem, maka jawabannya bahwa tidak ada sesuatu dalam ungkapan tersebut menunjukkan secara spesifik adanya sebuah sistem Islami. Dengan demikian, setiap sistem diakui kebenarannya oleh ungkapan tersebut, asal ia memperjuangkan berlakunya ajaran Islam dalam kehidupan sebuah bangsa/negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu penulis berpendapat, dalam pandangan Islam tidak diwajibkan adanya sebuah sistem Islam, ini berarti tidak ada keharusan untuk mendirikan sebuah negara Islam. Ini penting untuk diingat, karena sampai sekarang pun masih ada pihak-pihak yang ingin memasukkan Piagam Jakarta ke dalam UUD (Undang-Undang Dasar) kita. Dengan klaim mendirikan negara untuk kepentingan Islam jelas bertentangan dengan demokrasi. Karena paham itu berintikan kedaulatan hukum di satu pihak dan perlakuan sama pada semua warga negara di hadapan Undang-Undang (UU) di pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, Jakarta: The Wahid Institute, 2006, hal.3-7) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-9098184920533206442?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/9098184920533206442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=9098184920533206442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/9098184920533206442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/9098184920533206442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/02/opini_04.html' title='Opini'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4832550296007162319.post-5194886124992979809</id><published>2008-02-04T20:18:00.000-06:00</published><updated>2008-02-04T20:22:03.029-06:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Bukan Negeri kafir'/><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Indonesia Bukan Negeri Kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;09/12/2007Oleh Robith Qosidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini muncul beberapa kelompok yang menganggap bahwa sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem kafir, sehingga sistem pemerintahan Indonesia perlu diganti dengan sistem –yang menurut mereka- Islami. Penulis tidak sepakat dengan anggapan ini. Dalam tulisan ini penulis ingin mengajak untuk berdialog dengan pikiran jernih, tidak emosional, logis, dan mengedepankan maslahat. Lalu kita mengkaji, benarkah sistem pemerintahan umat Islam dari sejak jaman sahabat radliyallahu anhum tidak mau menerima sistem luar? Lalu sebenarnya bagaimana pandangan Islam terhadap sistem politik dan sistem pemerintahan? Serta pertanyaan terakhir, pantaskah Indonesia disebut sebagai dar al-kufr (negeri kafir)?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penulis ingin mengawali tulisan ini dengan menegaskan bahwa sejak jaman sahabat, sistem politik dan sistem pemerintahan umat Islam terbuka terhadap sistem yang lahir di luar Islam namun sejalan dengan ruh Islam dan maslahat umat. Fakta mengatakan bahwa tak jarang dinasti Islam zaman klasik, seperti Usmaniyah, Abbasiyah, Umayyah, bahkan zaman sahabat radliyallahu anhum, mengadopsi sistem non-Islam.Seperti Sayyidina Umar radliyallahu anhu mengadopsi sistem diwan (administrasi negara untuk mengatur kebijakan ekonomi makro dan administrasi militer), dll) dari kerajaan Syam (Ibn Khaldun:2004:304), beliau juga berijtihad untuk mengadopsi perangkat hukum seperti penjara, dinasti Umayyah mengadopsi perangkat pemerintahan seperti protokoler (hijabah) dari kerajaan Syam (Ibn Khaldun:2004:356), Abbasiyah megadopsi sistem wizarah (kementerian) ala Persia. Ibn Khillikan mengatakan dalam kitab Wafyat al-A'yan bahwa orang paling pertama menyandang gelar wazir dengan wewenang tertentu adalah Abu Salamah dalam dinasti Abbasiyah. Sebelumnya, gelar wazir dengan wewenang tertentu tidak pernah ada, baik di masa Umayyah dan masa lainnya. (Ibn Khillikan:1971:Vol I:229)Data di atas membuktikan bahwa dari dahulu pemerintahan yang dijalankan umat Islam selalu terbuka dengan sistem yang lahir di luar Islam. Bahkan ciri-ciri pemerintahan Islam itu justru terbuka dengan sistem luar serta berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman dan maslahat umat. Tapi ini tidak serta merta menunjukkan tidak ada inovasi sama sekali dalam konsep-konsep politik Islam. Justru yang terjadi umat Islam melakukan pembenahan-pembenahan agar sistem politik tersebut bisa sesuai dengan kondisi umat Islam dan membawa maslahat bagi umat Islam.Oleh karena itu penulis tidak sepakat dengan pemikir seperti al-Jabiry (dalam buku al-Aql as-Siyasy :2000) serta orientalis seperti Louis Marlow (dalam buku Masyarakat Egaliter: 1987). Yang menggambarkan bahwa keterpengaruhan sistem politik Islam dari sistem luar itu adalah bentuk ketidak mandirian sistem politik Islam. Tidak, sama sekali tidak. Masalahnya muncul karena al-Jabiry dan Marlow hanya mengkaji akar konsep tanpa memperhatikan perubahan fungsi serta motivasi adopsi sistem politik tersebut. Sehingga penilaiannya menjadi berat sebelah.Mereka membangun argumentasi seperti ini: Kelahiran konsep-konsep politik umat Islam klasik itu berada dalam paradigma sistem sosial politik Persia yang membagi elemen sosial umara' (pemerintah) dan ulama (kahanah). Dua elemen sosial ini dianggap saudara kembar (tauamany), bukan satu kesatuan, seperti di jaman sahabat radliyallahu anhum yang tidak membagi antara elemen sosial umara dan ulama. Di masa sahabat umara juga seorang ulama yang mujtahid, seperti Sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali r.a. Paradigma sosial politik seperti inilah yang membuat karya politik umat Islam hanya berupa nasihat seorang ulama terhadap seorang presiden. Sama halnya di zaman Persia kuna tugas seorang kahanah (agamawan Majusi) adalah menasehati raja. Penulis tidak sepakat dengan penyederhanaan masalah seperti ini.Bagi penulis justru nasihat bagi para raja merupakan upaya ulama untuk memberikan dimensi etis bagi sistem politik yang ada. Semua karya politik Islam, khususnya karya Ahlu as-Sunnah wa al-Jamaah, seperti karya al-Ghazaly dalam Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk, dan karya-karya Nashaih al-Muluk (nasehat bagi raja) mempunyai fungsi dan motivasi mulia. Yaitu memasukkan nilai akhlaq pada sistem politik yang kaku, bahkan pada sistem fiqh yang kaku. Sebab jika syariat diterapkan tanpa pendekatan akhlak (etis), maka yang terjadi adalah diktatorisme syariat, bentuk-bentuk syariat yang dipahami secara radikal. Ruh akhlaq pun sirna, bak ditelan tanah atau terbang bersama udara. Inilah yang membuat penulis tidak sependapat dengan Islam garis keras yang memahami dari sisi hukum (fiqih) saja, tapi tidak mendekati syariat dengan dimensi etis dan spritual.Penulis menganggap bahwa penerapan syariat tanpa dimensi akhlaq hanya akan menghilangkan gaya dakwah bi al-hikmah wa al-mauidlah al-hasanah wa al-mujadalah billaty hiya ahsan. Serta akan bermunculan gaya dakwah dengan pedang atau mungkin dengan teror bom bagi rakyat sipil yang tak berdosa. Padahal Nabi Saw sudah mengatakan dengan jelas, dalam peperangan sekalipun tidak boleh membunuh perempuan, anak kecil, orang tua, orang lemah, serta tidak boleh menghancurkan harta benda, serta tidak boleh menghancurkan rumah ibadah agama lain.Penerapan syariat dengan wajah radikal pun menurut penulis akan menghilangkan ruh hukum itu sendiri. Serta menghilangkan gaya Rasul SAW dalam menerapkan syariat. Pertanyaannya benarkah Rasul Saw menerapkan syariat secara ganas dan radikal. Sama sekali tidak. Justru Rasul SAW menerapkan syariat dengan penuh etika dan mengedepankan maslahat. Sebab, kalau kita mengikuti pola pikir golongan Islam garis keras, maka diandaikan Rasul Saw seakan-akan menerapkan hukum Islam tanpa ampun, tanpa nego. Jika ada yang mencuri, potong tangan. Jika ada yang berzinah, dirajam. Jika salah langsung di hukum. Penulis justru melihat Rasul SAW tidak seperti itu. Penulis melihat ada proses-proses psikologis, etis, dan dakwah bil hihmah wa al-mauidlah hasanah, wal mujadalah billaty hiya ahsan.Penulis tidak akan berbicara bagaimana hukum dalam Islam diterapkan secara gradual (tadrijy). Penulis ingin memotret fenomena lain tentang bagaimana Rasul SAW menerapkan hukum. Penulis ingin mengambil contoh seorang wanita pezinah yang dihukum oleh Rasul. Ceritanya bermula saat wanita itu menghadap Rasul SAW dan mengaku berzinah. Kalau kita mengikuti Islam garis maka seharusnya Rasul Saw langsung merajam wanita itu. Yang terjadi justru tidak begitu. Rasul Saw menyuruh wanita itu pulang, seraya berkata mungkin kamu hanya pegang-pegangan, kemudian disuruh pulang. Kemudian lain hari wanita itu datang lagi dengan mengaku hal yang sama. Kalau kita mengikuti golongan Islam garis keras, saat itu harusnya Rasul SAW merajam wanita itu, kalau tidak beliau tidak menjalankan perintah Allah, sebab sering kita dengar golongan Islam garis keras menafsirkan ayat wa man la yahkum bima anzalalallahu faulaika hum al-kafirun, munafiqun, fasiqun, secara semena-mena. Yang terjadi justru Rasul Saw bersebrangan dengan pola pikir golongan Islam garis keras, kemudian beliau mengatakan mungkin kamu tidak sampai bersenggama jima', lalu wanita itu disuruh pulang. Wanita tetap datang lagi sampai berkali-kali, dan disuruh pulang berkali-kali, sampai wanita pezinah itu melahirkan anak, baru ia dihukum oleh Rasul SAW. Betapa beliau mengajarkan bagaimana penerapan hukum itu dengan santun, tenang, tidak gegabah, serta mengedepankan maslahat.Ini juga tauladan dari Rasul SAW agar kita tidak bertindak sceara emosional. Sama halnya ketika beliau menghadapi orang yang kencing di mesjid Nabawy. Para sahabat langsung menghunuskan pedang. Ternyata beliau melarang menggunakan kekerasan dan bertindak emosional. Beliau tidak pernah mengatakan bahwa orang itu kafir, menghina Islam, darahnya halal. Tidak, sama sekali tidak. Beliau dengan wajah tersenyum menyuruh untuk menyiram bekas kencing orang badui tersebut dan memaafkannya. Masyallah, innahu la'ala khuluqin adlim. Sesungguhnya beliau berakhlaq mulia. Shadaqa Allahu al-Adlim.Ada contoh menarik lagi yang pantas untuk kita renungkan. Suatu saat ada seorang tua dan miskin bersenggama di tengah hari di bulan ramadlan. Ia datang pada Rasul SAW. Ia mengatakan saya bersenggama, wahai Rasul saw. Beliau menyuruhnya untuk memerdekakan budak. Dia menjelaskan bahwa dia tidak punya uang. Rasul saw menyuruhnya berpuasa dua bulan. Ia mengatakan, saya lemah, tua, dan tidak kuat. Rasul saw menyuruh untuk memberi makan pada orang miskin. Ia pun mengatakan, ia sangat miskin dan tidak punya uang. Lalu apakah kemudian tidak ada pilihan lain. Mungkin kalau menggunakan logika Islam garis keras pasti tak ada pilihan lain. Karena pemahaman yang salah tentang wa man la yahkum bima anzalallahu faulaika hum al-kafirun. Rasul justru memberi alternatif keempat yang tidak ada dalam Al-Qur'an. Lalu beliau memberikannya korma, seraya mengatakan, bersedekahlah dengan korma ini. Subhanallah, wa ma arsalnaka illa rahmatan lil alamin. Sesungguhnya, engkau paduka Rasul saw, benar-benar diutus untuk memberi rahmat bagi alam semesta. Shadaqa Allahu al-Adlim.Jadi hukum yang diterapkan Rasul SAW itu tidak kaku, tapi fleksibel. Dan hukum bukan untuk hukum, melainkan untuk maslahat. Ahlussunnah wal Jma'ah mendekati hukum dengan pendekatan maslahat tersebut. Itu juga yang dicontohkan oleh sahabat radliyallahu anhum. Oleh karena itu NU tidak melihat politik dijalankan hanya dengan pemahaman teks an-sich yang radikal. Sebab itu bertentangan dengan gaya politik sahabat radliyallahu anhum. Kita pun sering melihat para sahabat melakukan banyak hal karena berlandaskan maslahat an-sich asal sejalan dengan ruh Islam. Seperti Abu Bakar Ra mengumpulkan mushaf al-Qur'an, memerangi mani' zakat, menunjuk Umar sebagai pemimpin penggantinya. Serta Umar Ra tidak memberikan zakat pada muallaf qulubuhum, membuat diwan atha' dan diwan jaisy, menggunakan penjara, tidak menerapkan potong tangan pada saat krisis ekonomi. Serta Usman menetapkan satu mushaf usmany dan membakar yang lain. Serta masih banyak contoh lain yang menegaskan bahwa kebijakan politik dan pemerintahan mereka tidak berdasarkan pada nash sharih, tapi berdasarkan maslahat dan sesuai dengan ruh Islam. Sebab pemerintahan itu tidak bisa dijalankan dengan teks an-sich, harus selalu ada ijtihad agar mampu memasukkan nilai-nilai islami dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.Semua itu karena tujuan utama berdirinya negara adalah maslahat umat dan tegaknya keadilan. Sehingga kita memerlukan sebuah pemerintahan yang kuat, berwibawa, adil, dan membawa maslahat. Bahkan demi terciptanya kedamaian dan untuk menghindari peperangan berkepanjangan yang hanya merugikan umat Islam. Oleh karena itu baik al-Ghazaly maupun Ibn Taimiyah, memperbolehkan untuk hidup di dalam kekuasaan yang fajir (pendosa) sekalipun. Sebab bertahun-tahun bersama pemimpin fajir lebih baik daripada sehari tanpa pemimpin. Sebab berperang dan beraktifitas tanpa persetujuan pemimpin hanyalah tindakan Khawarij.Bahkan dikisahkan dalam Al-Qur'an banyak negara yang tidak memeluk Islam tapi damai, tentram, sejahtera, dan dipuji Allah swt. Atas dasar ini pula al-Ghazaly lebih mementingkan keadilan dan kesejahteraan daripada sistem politik tertentu. Dalam kitab Tibr al-Masbuk, ia menasehati semua pemeritah muslim, "...Maka perlu kamu ketahui bahwa pembangunan negeri dan kehancurannya disebabkan oleh pemimpinnya. Kalau pemimpinnya adil maka negeri akan makmur seperti di jaman (Raja Persia) Ardsyir, Afridon, Bahram Kur, Kisra Anusyirwan. Sedangkan jika pemimpinnya dlalim maka negeri akan rusak berantakan seperti di jaman Dhahhak, Afrasiyan, Barsdkan...). Dalam teks ini terlihat Al-Ghazali tidak terlalu memusingkan bentuk pemerintahan, mau pemerintahan Persia, Arab atau lain sebagainya. Yang penting pemimpin harus adil dan membawa maslahat bagi umat.Jadi, sudah seharusnya kita keluar dari dikotomi kaku antara Dar al-Kufr (Negeri Kafir) dan Dar al-Islam (Negeri Islam). Tidakkah kita mencari alternatif bentuk negeri yang lain. Sebuah negeri yang terbuka pada sistem luar, menerapkan keadilan, menjaga keamanan, mengedepankan maslahat, serta bisa menerapkan syariat Islam, akhlaq Islam, Aqidah Islam dengan damai dan santun: Yaitu Dar as-Salam (Negeri Damai). Itulah Indonesia.&lt;br /&gt;Robith QosidiAlumnus Universitas Al Azhar, Mantan Ketua Lakpesdam PCINU Mesir&lt;br /&gt;http://www.nu.or.id/page.php &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4832550296007162319-5194886124992979809?l=nalurita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nalurita.blogspot.com/feeds/5194886124992979809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4832550296007162319&amp;postID=5194886124992979809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/5194886124992979809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4832550296007162319/posts/default/5194886124992979809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nalurita.blogspot.com/2008/02/opini.html' title='Opini'/><author><name>Aisyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09785331644275472877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_bZt3Dqt-x_E/R_vvWgJDueI/AAAAAAAAADY/M7zOGV429Jc/S220/aisyah-ku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
